pontianak-insights

Akses Evakuasi Buruk, Bayu Meghantara Beberkan Tragisnya Kebakaran Terra Drone

Kamis, 11 Desember 2025 | 09:54 WIB
Momen kebakaran gedung Terra Drone yang tewaskan 22 orang. (Dok. X/dimarsasongko98)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone, Jakarta, pada Selasa 9 Desember 2025 menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menjelaskan bahwa tingginya jumlah korban dipicu akses evakuasi yang terbatas menuju lantai atas serta kepanikan para penghuni saat api mulai membesar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.43 WIB ketika banyak karyawan sedang beristirahat makan siang, sehingga mayoritas berada di lantai-lantai atas saat api muncul dari area lantai dasar.

Baca Juga: Banjir Rob Mulai Surut, Tapi Ancaman Penyakit Pascabanjir Mengintai Warga Pontianak

Bayu menyampaikan bahwa total 22 karyawan ditemukan meninggal dan seluruhnya sudah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi.

“Ada 22 orang yang meninggal dunia. 15 wanita, 7 orang laki-laki,” ujarnya.

Api yang muncul di lantai bawah cepat mengirimkan asap pekat ke lantai atas, kondisi yang diduga membuat para korban kesulitan bernapas.

“Kebakaran ini hanya di lantai bawah dan kami berhasil memadamkan lantai bawah, tapi karena asap yang sampai ke atas ini yang juga menjadi perhatian. Artinya, kemungkinan meninggal ini karena kehabisan (oksigen/napas),” kata Bayu.

Sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 dan 5, diduga terjebak karena jalur evakuasi yang tidak memadai atau sudah tertutup asap.

Selain korban meninggal, sejumlah karyawan terluka akibat pecahan kaca dan insiden saat mencoba menyelamatkan diri. Dari sekitar 80 karyawan di gedung, tim damkar berhasil mengevakuasi 19 orang.

“Alhamdulillah kami selamatkan 19 jiwa,” kata Bayu.

Baca Juga: Belum Pulih dari Banjir, Sumut Diprediksi Kembali Diguyur Hujan Ekstrem

Sebelum petugas tiba, beberapa karyawan sudah mencoba memadamkan api menggunakan sekitar lima unit APAR, namun usaha tersebut tidak mampu menahan laju kebakaran maupun mencegah asap menyebar.

Bayu juga menyinggung potensi risiko dari material yang terbakar, termasuk dugaan adanya baterai medium di lantai dasar yang akan dievaluasi lebih lanjut.

“Karena jenisnya baterai medium di bawah mungkin perlu evaluasi kembali,” pungkasnya.***

Tags

Terkini