pontianak-insights

Instruksi Presiden Tengah Malam: Hercules Terbang, Bantuan Diguyur ke Lokasi Bencana

Sabtu, 29 November 2025 | 21:53 WIB
Menko PMK, Pratikno menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah mulai diterbangkan untuk mengalihkan potensi hujan deras di sejumlah kawasan di Sumatera. (Dok. Sekretariat Presiden)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah pusat mempercepat langkah tanggap darurat untuk menangani banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Bantuan logistik dalam jumlah besar telah dikirim pada Jumat, 28 November 2025, bersamaan dengan pengerahan pesawat angkut serta dimulainya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko hujan ekstrem.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Presiden telah memerintahkan percepatan mobilisasi sejak Kamis malam. Bantuan awal difokuskan pada logistik dasar, peralatan darurat, serta dukungan komunikasi yang selama ini terputus akibat bencana.

“Telah diberangkatkan atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400,” kata Teddy kepada wartawan, Jumat, 28 November 2025.

Baca Juga: Polemik SIM Seumur Hidup, DPR Tantang Polri Lakukan Reformasi

Ia menjelaskan bahwa bantuan yang dikirim meliputi kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak.

"Hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan ya, tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet sekitar 64,” ujarnya.

Pemerintah juga mengirimkan perangkat penting untuk memulihkan jaringan komunikasi.

“Kemudian genset alat bantu listrik, kemudian juga yang terpenting juga alat komunikasi diperdengatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali,” lanjut Teddy.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca telah diterbangkan untuk mengalihkan hujan deras ke wilayah laut.

“Kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca, sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan,” ujarnya di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pratikno menambahkan bahwa mitigasi harus tetap siaga mengingat adanya aktivitas siklon tropis.

“Kemudian kita juga mengantisipasi karena ada siklon Koko, tapi tempatnya di utara. Kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan,” jelasnya.

Baca Juga: Reputasi Bea Cukai Dianggap Kritis, Purbaya Ajukan Reformasi Total ke Presiden

Respons tanggap bencana dilakukan secara terpadu antara TNI, BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah.

Presiden meminta seluruh lembaga bergerak cepat tanpa menunggu perintah berikutnya, mengingat situasi lapangan masih berubah dan berpotensi berkembang lebih buruk.

Halaman:

Tags

Terkini