“Terus saya bilang, 'Dek, kan sedang puasa,' begitu,” cerita Tugimin.
Ia menirukan jawaban polos Alvaro.
"Puasa mah anak kecil setengah hari boleh, Pak,” tuturnya.
Beberapa hari setelah peristiwa itu, Tugimin baru mengetahui ada pria tak dikenal yang datang ke masjid.
“Katanya ada orang cari Alvaro. Bilang, 'Saya ayahnya,' begitu,” kata Tugimin.
Pengurus masjid sempat menunjukkan lantai atas tempat anak-anak biasa bermain sebelum salat, namun setelah itu pria tersebut tidak terlihat lagi. Pada malam hari, Alvaro tak kunjung pulang.
“Sudah pukul 21.30 WIB. Biasanya dia main bola malam, tapi kok ini enggak pulang?” katanya.
Baca Juga: Raffi Ahmad Bongkar Suasana Nusakambangan: Tak Seseram yang Dibayangkan
Tugimin mencari ke masjid hingga rumah teman, namun tak menemukan jejak cucunya. Ia melapor ke Polsek Pesanggrahan keesokan harinya, lalu diarahkan ke Polres Jakarta Selatan.
Setelah delapan bulan tanpa hasil, temuan kerangka manusia di wilayah sekitar mengarah kuat pada identitas Alvaro. Polisi kini menahan ayah tirinya untuk pemeriksaan lanjutan. Publik menanti hasil autopsi serta analisis forensik yang akan menentukan arah penyidikan.***