pontianak-insights

Hari ke-4 Pencarian: 11 Warga Masih Hilang di Balik Material Longsor Majenang

Senin, 17 November 2025 | 12:52 WIB
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi korban bencana longsor di Majenang, Cilacap, pada Minggu, 16 November 2025. (Dok. Pemprov Jateng)

PONTIANAKGLOBE.COM, CILACAP -- Pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, kembali menemukan titik terang pada Minggu, 16 November 2025. Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban perempuan, sementara 11 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsor.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menyebut korban ditemukan di area Worksite A-2 Dusun Cibuyut.

“Korban ditemukan pukul 12.03 WIB di area Worksite A-2. Teridentifikasi bernama Kasrinah berusia 47 tahun,” ujar Abdullah di lokasi.

Baca Juga: Kematian MH Guncang Tangsel: Siapa yang Bertanggung Jawab

Ia menambahkan masih ada tiga korban lain yang diperkirakan berada di sektor yang sama. Hingga hari keempat pencarian, tim terus menyesuaikan metode agar proses evakuasi berjalan lebih cepat. Hujan yang hampir setiap hari mengguyur lokasi membuat alat berat sulit bergerak dan medan semakin licin.

Untuk mengatasi kendala cuaca, BNPB menerapkan operasi modifikasi cuaca. Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menjelaskan upaya itu dilakukan demi memberi ruang bagi tim SAR bekerja lebih optimal.

“Modifikasi cuaca sudah dilakukan hari ini. Kami berharap berhasil, karena ini tergantung angin,” ujarnya.

Menurut Budi, ahli BMKG ikut dalam pesawat untuk memantau pembentukan awan. Ia menyebut hasil modifikasi sangat bergantung pada pergerakan angin yang tidak selalu dapat diprediksi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan koordinasi terus dilakukan agar pencarian tidak terhambat, termasuk permintaan modifikasi cuaca kepada BNPB.

Sementara itu, Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pencarian hanya bisa dilakukan hingga pukul 18.00 WIB setiap hari akibat situasi cuaca yang tidak stabil. Ia menjelaskan sudah 11 korban ditemukan dan sekitar 10 lainnya masih dalam pencarian.

Dari sisi kondisi alam, BMKG mencatat hujan berintensitas tinggi beberapa hari sebelum longsor membuat tanah jenuh air dan lereng semakin mudah bergerak.

Baca Juga: Gerebek Gudang BBM di Bangka Belitung: 42 Ton Solar Subsidi Disembunyikan

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan curah hujan mencapai 98,4 milimeter dan 68 milimeter per hari pada 10 dan 11 November 2025. Setelah itu, hujan ringan tetap turun sehingga kadar air tanah tidak berkurang.

Ia menambahkan fenomena atmosfer seperti MJO dan pusaran angin di perairan barat Lampung hingga selatan Bali turut memicu pembentukan awan hujan.

“Kondisi atmosfer tersebut mendorong terbentuknya awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.***

Tags

Terkini