“Sejauh ini, Dinas Pendidikan selalu melakukan sosialisasi dan koordinasi agar tidak terjadi perlakuan bullying terhadap siswa,” ungkap Pilar.
“Dalam konteks permasalahan hari ini, kami mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga,” tutupnya.
Sebelumnya, MH dirawat sejak Kamis pekan lalu setelah muncul dugaan pemukulan oleh teman sebangkunya. Kondisinya dilaporkan terus menurun selama lebih dari seminggu hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 06.00 WIB, Minggu.
Dalam kesempatan berbeda, kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, menjelaskan bahwa ia mendapat kabar duka itu langsung dari pihak keluarga.
“Kabar duka ini disampaikan pihak keluarga, bilang MH sudah tidak ada saat dibangunkan,” katanya.
Ia menegaskan MH adalah anak yang sehat sebelum kejadian.
“Tidak ada riwayat sakit,” ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Siswa SMAN 72 Minta Pindah Sekolah, Gubernur Kalang Kabut Cari Solusi
Alvian menduga kondisi MH memburuk setelah pemukulan yang mengenai bagian belakang kepala.
“Belum tahu hasilnya, pasca pemukulan belakang kepala,” ucapnya. Ia memastikan bahwa KPAI telah melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Hingga kini, kematian MH memicu gelombang keprihatinan publik, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya langkah tegas dan cepat dalam menangani perundungan di lingkungan sekolah.***