pontianak-insights

Kementerian Sosial Terjunkan Tim Trauma Healing untuk Korban Ledakan SMAN 72

Sabtu, 8 November 2025 | 19:27 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut pemerintah akan menanggung biaya perawatan medis korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading. (Dok. YouTube/KementerianSosialRI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjenguk para korban ledakan bom rakitan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Para korban diketahui masih menjalani perawatan di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hingga Sabtu, (8/11/2025). 

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa para korban masih mengalami trauma mendalam akibat peristiwa tersebut. Ia menilai penanganan medis perlu dibarengi dengan dukungan psikologis agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

“Trauma masih ada. Nampak trauma masih nampak trauma,” ujar Gus Ipul kepada awak media, Sabtu, (8/11/2025). 

Baca Juga: Antasari Azhar Meninggal Dunia, Sosok Kontroversial yang Pernah Guncang KPK

Menurutnya, berdasarkan hasil dialog dengan tim dokter, para siswa korban ledakan menunjukkan semangat kuat untuk segera pulih dan kembali beraktivitas.

“Dari hasil dialog saya dengan Pak Dokter tadi, saya lihat ada semangat kuat dari anak-anak untuk bisa segera sembuh,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul memastikan pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Ia juga menyebut Kementerian Sosial telah menyiapkan program perlindungan sosial dan rehabilitasi pasca-insiden.

“Tentu ada tiga, pertama perlindungan dan jaminan sosialnya, maka termasuk dari soal biaya pengobatan segala macam pasti ini akan dibantu oleh pemerintah. Kemudian yang kedua nanti rehabilitasinya, rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.” jelasnya. 

Gus Ipul mengungkapkan sebagian korban masih belum bisa menceritakan kronologi kejadian secara detail karena masih dalam kondisi syok dan kaget. “Mereka tentu belum bisa menceritakan secara detail karena rata-rata ya mungkin kaget dan kemudian menyelamatkan diri itu aja ya,” tuturnya.

“Jadi, mereka bisa merasakan tiba-tiba ada ledakan, setelah itu mereka tidak bisa mengetahui lagi," jelasnya. 

Lebih lanjut, Mensos menegaskan bahwa pendampingan psikologis atau trauma healing akan dilakukan dalam jangka panjang, bergantung pada hasil asesmen tim profesional.

Baca Juga: Bupati Ponorogo Dicokok KPK, Diduga Terlibat Jual-Beli Jabatan

Program ini akan mencakup rehabilitasi sosial dan pemberdayaan agar para korban dapat beradaptasi kembali dengan lingkungan.

“Tergantung asesmennya, ya. Bisa sebulan, bisa dua bulan, sesuai hasil asesmennya akan kita dampingi nanti,” ujarnya.

“Baik itu dalam bentuk trauma healing maupun rehabilitasi sosial dan pemberdayaan," tambahnya. 

Halaman:

Tags

Terkini