Aksi saling sindir antara Trump dan Mamdani sejatinya sudah berlangsung lama. Berdasarkan catatan CBS News, sejak Juni 2025, Donald Trump berulang kali menyerang Mamdani yang kala itu masih menjabat sebagai anggota legislatif negara bagian New York.
Dalam unggahan di Truth Social pada 25 Juni 2025, Trump menulis, “Akhirnya terjadi. Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen, baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota.”
Trump juga melontarkan serangan pribadi yang dianggap tak pantas. “Dia terlihat buruk, suaranya melengking, dia tidak terlalu pintar,” tulisnya lagi.
Ketika mendekati hari pemilihan pada awal November, Trump masih belum berhenti menyerang. Ia mendesak warga Yahudi New York untuk tidak memilih Mamdani.
“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku sebagai pembenci Yahudi, adalah orang bodoh!” tulis Trump dikutip dari CBS News.
Mendengar berbagai serangan keras itu, Mamdani tak tinggal diam. Dalam pidatonya di Brooklyn, ia menyindir balik Trump tanpa menyebut namanya langsung.
“Mulai sekarang, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah hari ini datangnya begitu lama,” katanya.
Baca Juga: Kata-kata Paus Leo XIV yang Bikin Romo Aloys Budi Serasa Terbang ke Langit!
Ia juga menyinggung kelompok warga AS yang selama ini merasa tersingkirkan di era Trump.
“Baik Anda seorang imigran, anggota komunitas trans, ibu tunggal yang berjuang menurunkan biaya hidup, atau siapa pun yang terdesak, perjuangan Anda adalah perjuangan kita juga,” tegas Mamdani.
Bagi Mamdani, kemenangannya bukan sekadar soal politik, melainkan pesan bahwa suara perubahan masih bisa menggema di tengah hiruk-pikuk politik Amerika Serikat.
“Di masa yang penuh kebencian ini, mari kita buktikan bahwa New York tetap menjadi cahaya bagi dunia,” tutupnya.***