pontianak-insights

Benih Baru Sastra Dayak Tumbuh di Sekadau! Pra-Kongres Penulis Dayak 2025 Nyalakan Obor Literasi Borneo

Rabu, 5 November 2025 | 13:19 WIB
Para penulis, budayawan, dan tokoh adat dari Indonesia dan Malaysia menghadiri Pra-Kongres Penulis Dayak 2025 di ITKK Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (31/10/2025). (Pontianak Globe @Poul Nanggang )

PONTIANAKGLOBE.COM, SEKADAU -- Suasana penuh makna menyelimuti Aula Magna Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK), Kalimantan Barat, pada 31 Oktober 2025.

Di tempat yang dikenal sebagai bumi Lawang Kuwari itu, digelar Pra-Kongres Penulis Dayak 2025, menandai lahirnya babak baru dalam perjalanan kesusastraan Dayak di Borneo.

Baca Juga: Rest in Peace! Remy Sylado, Sastrawan Besar Indonesia Meninggal Dunia

Kegiatan ini dirangkai dengan Launching dan Bedah Buku Sayembara TEMBAWANG, sekaligus persiapan menuju Prakongres Internasional Literasi Dayak dan Dayak Book Fair I.

Acara dibuka dengan dentuman gong tujuh kali oleh sastrawan Jaya Ramba, disambut tepuk tangan meriah ratusan peserta dari Indonesia dan Malaysia.

Dalam sambutannya, sastrawan Masri Sareb Putra menegaskan pentingnya tulisan sebagai ruang eksistensi orang Dayak di tengah arus modernitas.

“Buku adalah rumah bagi pikiran dan ingatan kolektif kita,” ujarnya.

Senada dengan itu, Alexander Mering, pegiat literasi Dayak, menyebut momentum ini sebagai tonggak kebangkitan baru penulis muda Borneo.

ITKK, Titik Temu Ilmu dan Roh Leluhur

ITKK Sekadau menjadi simbol sinergi antara pengetahuan modern dan nilai-nilai leluhur Dayak.

Institut yang diresmikan pada 9 Januari 2021 itu kini memiliki tiga program studi: Agroteknologi, Kewirausahaan, dan Rekayasa Komputer.

Baca Juga: Siapa Raja Haji Ahmad di Google Doodle Hari Ini. Pahlawan Nasional, Sastrawan, Pangeran Bugis-Melayu

Sebagai bagian dari gerakan besar Keling Kumang Group, ITKK mengusung semangat kemandirian dan pemberdayaan masyarakat Dayak.

Pada Agustus 2024, kampus ini bahkan mencatat rekor MURI sebagai perguruan tinggi pertama di dunia yang menerbitkan 69 buku sekaligus.

“Gerakan literasi adalah bagian dari pembangunan manusia Dayak yang sadar jati diri dan potensi lokal,” kata Valentinus Narung, CEO CU Keling Kumang.

Halaman:

Tags

Terkini