Benih Baru Sastra Dayak Tumbuh di Sekadau! Pra-Kongres Penulis Dayak 2025 Nyalakan Obor Literasi Borneo

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 5 November 2025 | 13:19 WIB
Para penulis, budayawan, dan tokoh adat dari Indonesia dan Malaysia menghadiri Pra-Kongres Penulis Dayak 2025 di ITKK Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (31/10/2025). (Pontianak Globe @Poul Nanggang )
Para penulis, budayawan, dan tokoh adat dari Indonesia dan Malaysia menghadiri Pra-Kongres Penulis Dayak 2025 di ITKK Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (31/10/2025). (Pontianak Globe @Poul Nanggang )

Puncak acara ditandai peluncuran antologi cerpen “Tembawang”, hasil lomba yang menghimpun karya 27 penulis dari Kalimantan Barat dan Sarawak.

Buku ini menggambarkan relasi manusia Dayak dengan alam, adat, dan spiritualitas leluhur.

Baca Juga: Bengkel Sastra Puisi 2024: Upaya Setara Tingkatkan Kualitas Penulis Kalbar

“Tembawang bukan sekadar kumpulan cerita, tapi peta jiwa yang lahir dari tanah dan doa,” ujar Jaya Ramba.

Bagi penulis muda, antologi ini menjadi simbol bahwa pena kini menggantikan parang sebagai alat perjuangan generasi Dayak.

Menuju Kongres Besar Penulis Dayak 2026

Pra-Kongres ini menjadi pijakan menuju Kongres Besar Penulis Dayak 2026, yang akan menampilkan lomba karya sastra, pameran budaya, dan dialog lintas negara.

Jaya Ramba menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah.

“Sudah waktunya penulis Dayak berdiri bersama — Sarawak dan Kalbar — agar dunia tahu kita bukan hanya pewaris adat, tapi juga pewaris intelektual Borneo.”

Baca Juga: Santo Lukas Penulis Injil, Seorang Dokter yang Mengikuti Rasul Paulus

Lembaga Sastera Dayak merumuskan lima langkah strategis: pendirian pusat penulisan, penerbitan profesional, pembinaan penulis muda, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan kerja sama lintas batas Sarawak–Kalimantan.

Acara ditutup dengan refleksi penuh harapan.

“Jika dulu roh Keling dan Kumang hidup dalam mitos, kini mereka hidup dalam pena kita,” tutur Jaya Ramba.

Benih kesusastraan Dayak pun resmi tumbuh di Sekadau — menandai lahirnya generasi baru penulis Borneo yang siap menyalakan obor peradaban dari hutan tembawang ke dunia global. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X