Bagi Kanisius, semua bermula dari mimpi dan rasa percaya diri.
Baca Juga: 13 Calon Emiten Siap Melantai di BEI, Gelombang IPO Akhir 2025 Bakal Jadi yang Tersibuk!
Ia mengaku bahwa sejak menempuh pendidikan di Akpol, dirinya sudah menanamkan tekad untuk terus belajar, berdisiplin, dan membangun mimpi menjadi kenyataan.
“Bagi saya, semua berawal dari mimpi dan rasa percaya diri. Dengan disiplin, tekad kuat, dan kemauan untuk terus belajar, kita bisa wujudkan ambisi menjadi kenyataan,” ujarnya.
Meski tampak mulus, perjalanan kariernya tidak lepas dari tantangan.
Ia pernah merasa gagal, bahkan lelah menjalani rutinitas dan tanggung jawab yang berat.
Namun, setiap kegagalan selalu ia jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri dan bangkit kembali.
“Kegagalan itu manusiawi. Tapi jangan berhenti. Evaluasi diri, perbaiki langkah, dan terus kembangkan diri agar bisa jadi versi terbaik dari diri sendiri,” katanya.
Pesan untuk Generasi Muda Kalbar
Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara -- Niseforus Evan dan Angelina Marina -- Kanisius memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan.
Ia menaruh perhatian besar terhadap generasi muda Kalimantan Barat agar tidak berhenti bermimpi, berani mencoba, dan selalu bersyukur atas setiap proses.
Baca Juga: Hal Berikut Ini yang Harus Kamu Tahu tentang Uang Kartal, Kenali Fungsi, Jenis, dan Ciri-cirinya
“Kesuksesan bukan semata soal jabatan, tetapi tentang bagaimana kita menjadi versi terbaik diri sendiri. Tetap percaya diri, terus belajar, dan jangan lupakan doa serta rasa syukur,” pesannya.
Bagi Kanisius, keimanan dan rasa syukur adalah fondasi penting dalam menjalani hidup dan karier. Ia percaya, keberhasilan sejati lahir dari keseimbangan antara kerja keras, integritas, dan doa.
“Kita ini harus menjadi penopang dan kontrol hidup bagi diri sendiri. Jangan pernah lupakan kepercayaan dan doa,” tambahnya.