pontianak-insights

Di Tengah Krisis Moral dan Politik, Alumni Pers Mahasiswa Serukan Gerakan Pemulihan Republik

Jumat, 24 Oktober 2025 | 15:07 WIB
Press Release Seminar Nasional OASE (Dok. Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, MALANG -- Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) bersama Universitas Brawijaya akan menggelar Reuni Nasional Alumni Pers Mahasiswa Indonesia di Auditorium Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh para alumni pers mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi momentum refleksi dan konsolidasi gagasan di tengah dinamika kehidupan bangsa.

Baca Juga: Indonesia-Brasil Sepakat Perkuat Kerja Sama BRICS dan Energi Hijau

Mengusung tema 'Oase Gelap Terang Indonesia', reuni nasional FAA PPMI tahun ini menjadi wadah kepedulian terhadap situasi sosial, politik, dan ekonomi tanah air.

Ketua FAA PPMI Agung Sedayu mengatakan, kegiatan ini mengajak para alumni pers mahasiswa untuk membaca ulang arah perjalanan republik dan menggali peran mereka dalam menjawab persoalan kebangsaan saat ini.

“Reuni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi upaya untuk menyalakan kembali kesadaran kritis dan tanggung jawab moral kita terhadap bangsa,” ujar Agung Sedayu, Jumat (24/10/2025).

Acara akan dibuka dengan seminar nasional bertajuk 'Oase Gelap Terang Indonesia' yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain:

  • Prof. Widodo, Rektor Universitas Brawijaya (pembuka acara)

  • Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

  • Ahmad Erani Yustika, Sekretaris Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

  • Inayah Wahid, Aktivis Sosial

  • Bivitri Susanti, Pakar Hukum Tata Negara

Beberapa di antara pembicara tersebut juga merupakan alumni pers mahasiswa. Prof. Widodo dan Ahmad Erani Yustika pernah aktif di pers mahasiswa Universitas Brawijaya, sementara Nezar Patria merupakan mantan aktivis pers mahasiswa Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan seminar bersifat terbuka untuk umum, mulai dari alumni pers mahasiswa, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat luas. Setelah seminar, acara akan dilanjutkan dengan diskusi perumusan rekomendasi dan malam kebersamaan.

“Dari seminar nasional ini, kita berharap muncul gambaran yang lebih terang tentang persoalan bangsa sekaligus peluang untuk berkontribusi memperbaiki republik ini,” tambah Agung.

Halaman:

Tags

Terkini