PONTIANAKGLOBE.COM, MESIR -- Publik tengah dihebohkan oleh beredarnya rekaman percakapan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025.
Rekaman itu bocor lantaran mikrofon diduga masih aktif setelah sesi resmi berakhir. Dalam cuplikan yang dilaporkan Reuters pada Selasa, 14 Oktober 2025, terdengar obrolan ringan namun pribadi antara kedua pemimpin dunia tersebut.
Baca Juga: Target Emisi Karbon Mundur ke 2037, Indonesia Dinilai Gagal Tekan Pemanasan Global
Dalam potongan audio, Prabowo terdengar meminta Trump untuk mempertemukannya dengan Eric Trump, putra sang presiden AS.
“Bisakah saya bertemu Eric?” tanya Prabowo.
“Saya akan memintanya menelepon. Haruskah saya lakukan itu? Dia anak baik,” jawab Trump.
Prabowo lalu menimpali dengan suara pelan, “Kita akan mencari tempat yang lebih baik,” yang menunjukkan rencana perbincangan lebih lanjut secara pribadi.
Percakapan singkat ini sontak menimbulkan spekulasi publik. Sebagian menilai obrolan tersebut sekadar pertemanan dua kepala negara, sementara yang lain mengaitkannya dengan Trump Organization, perusahaan keluarga Trump yang memiliki proyek properti di Indonesia.
Menanggapi kehebohan tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa percakapan itu tidak perlu dibesar-besarkan.
“Biasa saja, ya. Presiden sering berbicara berdua dengan kepala negara lain. Itu hal yang lumrah,” ujar Sugiono saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa selama KTT di Mesir, Prabowo memang aktif berbincang dengan berbagai pemimpin dunia.
“Pak Presiden kemarin juga banyak berbicara dengan kepala negara lain saat menunggu di lounge. Jadi bukan hanya dengan Trump,” imbuhnya.
Nama Eric Trump dan Donald Trump Jr. yang muncul dalam percakapan menambah lapisan isu baru. Keduanya menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization, perusahaan properti keluarga Trump yang mengelola proyek real estat dan klub golf di luar Jakarta, serta sejumlah investasi di Asia.
Namun, Menlu Sugiono menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara rinci isi pembicaraan Prabowo dan Trump.
“Saya tidak tahu isi percakapan mereka. Bisa jadi banyak hal. Kalau memang ada yang perlu ditindaklanjuti secara resmi, pasti saya akan diberi tahu,” ujarnya.