pontianak-insights

Kasus Keracunan Massal di Bandung Barat: Sorotan Serius terhadap Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 30 September 2025 | 21:58 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Youtube @KangDediMulyadiChannel)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Kasus keracunan massal akibat menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali mengguncang perhatian publik.

Lebih dari seribu siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.

Fakta yang terungkap menunjukkan adanya masalah serius dalam rantai penyediaan dan pengolahan makanan, mulai dari kontaminasi bakteri pembusuk hingga dugaan kelalaian dalam penyimpanan bahan pangan.

Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan konkret.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, insiden ini tidak hanya terkait kesehatan siswa, tetapi juga berdampak pada aspek sosial-ekonomi masyarakat.

“Evaluasi, pertama, (program MBG) dihentikan. Kedua, langkah-langkah teknis dan administratif segera ditempuh,” kata Dedi kepada wartawan di Bandung, Senin (29/9/2025).

Untuk mencegah kejadian serupa, Dedi mengusulkan pembangunan dapur khusus di sekolah berkapasitas besar.

Menurutnya, konsep ini dapat melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai relawan pengelola.

“Pemprov dan pemkab bisa membangun dapur di sekolah. Selain memastikan kualitas gizi, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui perekrutan tenaga kerja dari wilayah setempat,” ujarnya.

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) juga turun tangan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan pihaknya membentuk Satgas Pengawasan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai aturan.

“Kami masih dalam tahap evaluasi. Ke depan, pengawasan akan lebih ketat agar program ini tidak menimbulkan dampak negatif,” ucap Hendra di Mapolda Jabar, Senin (29/9/2025).

Uji laboratorium Dinas Kesehatan Jabar (Labkesda) menemukan dua bakteri pembusuk dalam sampel makanan MBG, yakni Salmonella dan Bacillus cereus.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bakteri berasal dari komponen karbohidrat yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang,” jelas Kepala UPTD Labkesda, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, Minggu (28/9/2025).

Ryan menekankan pentingnya standar penyimpanan makanan, yaitu pada suhu di atas 60 derajat Celsius atau di bawah 5 derajat Celsius, untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Halaman:

Terkini