Soroti Pentingnya Pemberdayaan Kaum Muda
Sementara itu, dalam KTT ke-3 Para Tokoh Agama Sedunia di Kuala Lumpur, Padre Marco hadir sebagai utusan Takhta Suci Vatikan dan mendapat kesempatan berbicara dalam sesi bertema Youth Empowerment atau Pemberdayaan Kaum Muda.
Ia mengatakan, para peserta konferensi sepakat untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan masyarakat dan bangsa.
“Kaum muda perlu dipersiapkan dengan baik, baik dari sisi moral keagamaan maupun pendidikan. Mereka juga harus diberikan ruang dan kesempatan untuk memperoleh pengalaman serta belajar mengambil tanggung jawab,” jelasnya.
Padre Marco juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), agar tidak disalahgunakan dan merusak tatanan sosial.
“Dalam konteks pemberdayaan kaum muda, pendidikan dan pendampingan menjadi sebuah keharusan. Para tokoh agama didorong untuk mengambil langkah nyata di komunitas masing-masing,” ujarnya.
KTT tersebut turut dihadiri Sultan Perak, Perdana Menteri Malaysia, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, serta tokoh-tokoh agama dari berbagai negara.
Delegasi Indonesia yang hadir antara lain pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi). (*)
Artikel Terkait
Pertama Kali! Vatikan dan Indonesia Rayakan 75 Tahun Hubungan Diplomatik dengan Misa di Basilika Santo Petrus
Kebaya Menari dari Jakarta ke Vatikan, Perempuan Lintas Iman Ini Akan Tampil di Depan Paus Fransiskus
Kebaya Menari di Vatikan! Pesona Budaya Indonesia Pukau Dunia Lewat Panggung KBRI Takhta Suci
Baciamano di Vatikan, Komisi HAK KWI Dapat Berkat Langsung dari Paus Leo XIV
Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia
Vatikan Gunakan Bahasa Indonesia Secara Resmi, Kardinal Suharyo Ungkap Dua Alasan Penting saat Terima Kunjungan PWKI