Ia menjelaskan bahwa perjalanan keuangan seseorang umumnya melalui beberapa tahap, mulai dari membangun keamanan keuangan melalui dana darurat dan asuransi, kemudian memasuki tahap kenyamanan keuangan melalui investasi dan perencanaan masa depan, hingga akhirnya mencapai tahap distribusi kekayaan untuk generasi berikutnya.
“Tujuan akhir dari literasi keuangan adalah agar kita bisa menikmati masa pensiun dengan tenang dan nyaman. Ketika pensiun nanti, kita tetap memiliki pemasukan dan bisa menikmati hidup tanpa harus terus bekerja keras,” ujarnya.
Dalam sesi berikutnya, Devy membahas tantangan yang sering menghambat pencapaian tujuan keuangan, yaitu inflasi. Ia menjelaskan bahwa inflasi menyebabkan daya beli masyarakat menurun karena harga barang dan jasa terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk memudahkan pemahaman peserta, Devy memberikan ilustrasi melalui makanan ringan yang akrab dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ukuran produk yang dahulu lebih besar kini semakin kecil meskipun harganya relatif sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai uang mengalami penurunan daya beli akibat inflasi.
Karena itu, ia menilai penting bagi setiap orang untuk memiliki perencanaan keuangan dan investasi yang tepat agar nilai kekayaan tetap bertumbuh dan mampu mengimbangi kenaikan harga di masa depan.
Selain materi literasi keuangan, BCA juga memperkenalkan Program Magang Bakti sebagai salah satu jalur pengembangan karier bagi generasi muda. Devy menjelaskan bahwa program tersebut terbuka bagi lulusan SMA hingga perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu.
“Kami tidak melihat peserta dari universitas mana atau jurusan apa. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk belajar, berkembang, dan menyesuaikan diri dengan standar profesional yang ditetapkan perusahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peserta Magang Bakti akan memperoleh berbagai manfaat seperti pelatihan profesional, uang saku, sertifikat, pengalaman kerja, serta jaminan kesehatan.
Dalam pemaparannya, Devy juga menekankan pentingnya karakter dan sikap profesional bagi calon pelamar.
“Berpenampilan menarik bukan berarti harus cantik atau tampan. Yang penting adalah mampu menampilkan diri secara profesional, rapi, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa AKUB. Peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, terutama terkait strategi mengelola keuangan pribadi, investasi, serta peluang berkarier di industri perbankan.
BCA KCU Kubu Raya dan AKUB Pontianak tentunya berharap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya literasi keuangan serta mampu menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan dapat mempersiapkan masa depan finansial yang lebih terencana, mandiri, dan sejahtera," ujar Andes saat membuka seminar hari itu. (*S).