Rahmat juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang menyasar layanan perbankan elektronik.
“Masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap telepon, pesan, tautan, atau aplikasi mencurigakan yang berkaitan dengan layanan perbankan,” ujarnya.
“Kejahatan digital sekarang semakin beragam,” tambah Rahmat.
Hingga kini, belum ada titik temu antara pihak nasabah dan pihak bank terkait penyelesaian kasus tersebut. Polemik ini pun memicu perhatian publik mengenai keamanan sistem mobile banking di Indonesia.***
Artikel Terkait
Mengulas Kontroversi BLBI BCA, Penjualan Saham, Kerugian Negara, dan Peran Investor Asing
Ekonom Senior Desak Pemerintah Evaluasi Skandal BLBI dan Subsidi Rekap BCA
BCA Klarifikasi Isu Akuisisi 51 Persen Saham di Era Megawati, Fakta vs Isu
Pengamat Tegas: BCA Jadi Penikmat Terbesar BLBI, Publik Berhak Tahu Fakta Sebenarnya
Dugaan Kebocoran Data BCA Viral, Ini Respons Resmi Manajemen
blu BCA Digital Hadirkan Promo bluFlashDeal, Bunga bluDeposit Capai 4,75 Persen