Polisi Tangkap Pelaku Penghadang Ambulans di Sukmajaya Depok

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:08 WIB
Pelaku penghadang mobil ambulans di Depok ditangkap polisi. (Dok. Instagram/polresmetrodepok)
Pelaku penghadang mobil ambulans di Depok ditangkap polisi. (Dok. Instagram/polresmetrodepok)

PONTIANAKGLOBE.COM, DEPOK -- Viral di media sosial seorang pria marah-marah hingga menghalangi mobil ambulans yang sedang dalam perjalanan menjemput pasien di Depok, Jawa Barat.

Dalam video yang beredar, pria berkaos putih tersebut tampak berdiri di depan ambulans sambil meluapkan emosinya kepada sopir dan tim medis.

Aksi pria itu semakin menjadi sorotan setelah terekam menendang bodi mobil ambulans hingga menyebabkan kerusakan.

Baca Juga: Mengenang Kejayaan Kesultanan Banten lewat Haul Sultan Maulana Yusuf

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Jalan Moch Nail, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11.18 WIB.

Setelah videonya viral di media sosial, Polres Metro Depok bergerak cepat dan menangkap pelaku berinisial ML.

Pelaku diamankan di kediamannya di Jalan Jati Raya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok pada Minggu malam sekitar pukul 22.50 WIB.

“Pelaku diamankan bersama saksi yang merupakan adik iparnya. Sepeda motor yang digunakan saat kejadian turut disita sebagai barang bukti,” ungkap pihak kepolisian pada Senin (11/5/2026). 

“Pelaku kemudian dibawa dan diamankan di Mapolres Depok untuk ditindaklanjuti,” lanjut keterangannya.

Kronologi kejadian juga diungkap pihak ambulans melalui unggahan akun Instagram @albaarifoundation.

“Pada saat kejadian, kami baru keluar dari kantor untuk menjemput pasien. Karena jalur yang dilalui merupakan jalan kecil di lingkungan warga, kami hanya menyalakan jumper dan tidak menyalakan sirine,” tulis akun tersebut.

Pihak ambulans menyebut pelaku tidak terima dengan penggunaan lampu isyarat kendaraan dan langsung marah kepada tim ambulans.

“Kami sudah menjelaskan bahwa kami sedang dalam perjalanan untuk menjemput pasien, tetapi bapak tersebut tidak percaya. Karena itu, kami meminta bapak tersebut untuk ikut bersama kami menjemput pasien agar beliau dapat memastikan sendiri,” lanjut keterangan itu.

Awalnya pelaku disebut setuju ikut untuk memastikan ambulans benar-benar menuju lokasi pasien.

Namun di tengah perjalanan, pelaku kembali emosi dan melakukan aksi penghadangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X