Parah! DC Pinjol Pakai Ambulans untuk Tagih Utang, Relawan Jadi Korban

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 April 2026 | 13:58 WIB
Foto ilustrasi: Viral orderan fiktif ambulans dari DC untuk menagih utang pinjol. (Dok. Instagram /merapi_uncover - freepik/rawpixel.com)
Foto ilustrasi: Viral orderan fiktif ambulans dari DC untuk menagih utang pinjol. (Dok. Instagram /merapi_uncover - freepik/rawpixel.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, SLEMAN -- Aksi orderan fiktif kembali menyasar layanan ambulans. Kali ini, relawan ambulans Mer-c Jogja di Sleman menjadi korban ulah debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (22/4/2026), saat sopir ambulans bernama Aziz Apri menerima panggilan untuk menjemput pasien di kawasan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga: PSN Pulau Penebang Dongkrak Ekonomi Kayong Utara, Tembus 5,89 Persen

Kejadian ini menjadi viral setelah diunggah akun Instagram Instagram @merapi_uncover, yang memperlihatkan Aziz melakukan panggilan video dengan pihak yang diduga DC pinjol.

“Mas njenengan (kamu -red) orderan fiktif ambulans ya? Jangan main-main, ini layanan kesehatan mas, jangan dipermainkan,” ujar sopir ambulans dalam video tersebut.

Dalam percakapan itu, terdengar seorang pria justru meminta sopir ambulans untuk menyampaikan pesan kepada seseorang bernama Yuni terkait utang pinjol.

“Bapak udah ketemu Bu Yuni? Itu bapak ketemu Bu Yuni, bapak minta untuk bayar uang pinjolnya. Pak ini perintah ya, bapak sekarang angkut Bu Yuni, kasih surat untuk melunasi utang pinjolnya,” ucap pria tersebut.

“Bapak tanya ke Yuni, nanti uang ongkos (ambulans) minta ke Yuni. Pak ini perintah ya, Pak,” lanjutnya.

Aziz kembali menegaskan agar layanan kesehatan tidak dijadikan alat tekanan dalam penagihan utang.

Dari keterangan pemilik alamat, lokasi tersebut ternyata sudah beberapa kali didatangi orang tak dikenal yang diduga berkaitan dengan penagihan pinjol. Namun, sosok bernama Yuni disebut sudah lama tidak tinggal di sana.

“Jadi yang punya utang yang kos dulu, tapi alamatnya punya saya. Sekarang udah nggak punya nomornya,” kata pemilik alamat.

“Udah pindah, udah 3 tahunan. Damkar 3 orang dateng, nanya ke laundry katanya ada ular. Terus ada orang nganter galon yang datangi Bu Yuni,” imbuhnya.

Baca Juga: Dadan Hindayana Klarifikasi, 19.000 Sapi per Hari Ternyata Cuma Pengandaian

Aziz juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali dialaminya. Ia mengaku sudah beberapa kali menerima order fiktif dengan berbagai modus.

“Sudah ketipu 3 kali, satu order pengantaran pemakaman tapi orangnya nggak ada, di daerah Condongcatur utara terminal. Terus kedua, penjemputan pasien stroke, orangnya udah pindah,” jelas Aziz.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X