Sempat Viral dan Memanas, Konflik Ortu Siswa dan Admin MBG Berakhir Damai

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 April 2026 | 23:24 WIB
Menyoroti dugaan menu ayam basi dalam paket MBG siswa di Pringsewu, Lampung hingga sempat picu kontroversi ortu dengan admin SPPG. (Dok. Instagram.com/@pringsewupedia)
Menyoroti dugaan menu ayam basi dalam paket MBG siswa di Pringsewu, Lampung hingga sempat picu kontroversi ortu dengan admin SPPG. (Dok. Instagram.com/@pringsewupedia)

PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG -- Polemik antara orang tua siswa dengan admin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambahrejo di Pringsewu, Lampung sempat menjadi sorotan publik di media sosial.

Kontroversi ini bermula ketika orang tua siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengirimkan keluhan melalui pesan langsung pada Selasa (14/4/2026). Ia menyertakan foto menu ayam yang dinilai tidak layak konsumsi karena terlihat belum matang dan masih berbulu.

"Alhamdulillah, belajar bijak cerdas dan bijaksana, dicek dulu sekarang. And hell yeah, i found it (Ya ampun, aku menemukannya)," ungkap orang tua siswa tersebut.

Baca Juga: Skandal Teater Mahasiswa Universiti Malaya di Malaysia, Menteri Turun Tangan

Namun, respons dari admin SPPG justru memicu reaksi publik karena dinilai tidak profesional dan cenderung meremehkan keluhan.

"Calon MPR RI ini sudah sok Inggris sekarang, selamat ya sudah menjadi bahan ketawanya admin," tulis balasan admin.

Percakapan tersebut kemudian viral dan menuai kritik dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap admin yang dinilai tidak bijak dalam menanggapi keluhan terkait kualitas makanan untuk siswa.

Setelah ramai diperbincangkan, kedua pihak akhirnya bertemu secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dalam unggahan akun Instagram @pringsewupedia pada Jumat, 17 April 2026, disebutkan bahwa orang tua siswa telah menyampaikan keluhannya secara langsung kepada pihak SPPG.

"Kedua belah pihak sudah saling menyampaikan uneg-uneg dan berakhir dengan saling memaafkan," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Pada momen mediasi, pihak SPPG bersama tim distribusi MBG juga datang langsung untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.

"Mereka menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendali dan bisa terjadi dalam proses memasak, namun tetap menjadi bahan evaluasi ke depannya," lanjut keterangan tersebut.

Baca Juga: Program 'Desaku Maju' Buktikan Lampung Kuat di Sektor Pangan

Di sisi lain, orang tua siswa juga mengakui sempat terbawa emosi karena anaknya tidak jadi mengonsumsi makanan saat kejadian berlangsung.

Ia juga menyadari bahwa cara penyampaian keluhan yang dilakukan mungkin kurang tepat hingga menyinggung pihak lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X