PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik di media sosial.
Program yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional itu memang menyesuaikan pembagian makanan selama bulan Ramadan.
Sesuai arahan lembaga tersebut, menu yang dibagikan kepada siswa harus dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Karena itu, paket MBG umumnya berisi makanan yang tahan disimpan hingga sore hari.
Baca Juga: Menu MBG Tuai Pro-Kontra, Donat J.Co Dibagikan ke Siswa
Menu yang sering diberikan antara lain roti, susu, serta buah-buahan seperti jeruk, pir, maupun kurma.
Selain jenis makanan, paket MBG juga mencantumkan label harga dan informasi kandungan gizi pada setiap menu yang dibagikan.
Namun, label harga tersebut belakangan memicu keluhan dari sejumlah wali murid dan guru karena dianggap tidak sesuai dengan harga di pasaran.
Sorotan terbaru muncul dari unggahan viral yang menyinggung menu MBG di wilayah Mekargalih, Cikalongkulon.
Dalam video yang ramai dibagikan di media sosial, perekam mempertanyakan harga roti yang dicantumkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Mekargalih 3.
Video tersebut memperlihatkan salah satu menu berupa roti merek Papabear rasa susu yang tercantum seharga Rp3.500.
Padahal, menurut perekam video, harga roti tersebut di warung sekitar hanya sekitar Rp1.000.
Baca Juga: Wali Murid Keluhkan MBG TK Dipasena Mulya, Datang Terlambat dan Kualitas Dipertanyakan
“Ini masih tentang SPPG yang di Mekargalih 3. Bos, ini (roti) di warung harganya seribuan bos, ini (tertulis) Rp3.500, yang bener aja bos,” ucap perekam video dalam unggahan tersebut.
Ia juga mempertanyakan selisih harga yang dinilai cukup jauh antara label dalam paket MBG dan harga di pasaran.
“Gimana ini SPPG? Ini roti Rp3.500 tapi di warung seribu. Parah,” tambahnya.
Artikel Terkait
Siswa Majalengka Keluhkan MBG ke Dedi Mulyadi, Begini Penjelasan SPPG
Dibilang Mentah, SPPG Klarifikasi Menu Bandeng MBG
Program MBG Disorot Lagi, Kali Ini Ikan Bandeng Diduga Berulat
Kritik Program MBG Makin Keras, Salak Berbelatung Jadi Bukti Baru
Dua Hari Berturut-turut Makanan Berbelatung, SPPG Lowokwaru Malang Disetop BGN
Eks Akuntan Bongkar Ungkap Mark Up Pengadaan Pangan MBG di Sukabumi