BPBD Ungkap Dampak Banjir dan Longsor di Majalengka

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 15 Februari 2026 | 07:22 WIB
Menyoroti bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Dok. Instagram.com/@bpbdmajalengka)
Menyoroti bencana longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Dok. Instagram.com/@bpbdmajalengka)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAJALENGKA -- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Rabu malam (11/2/2026), memicu terjadinya tanah longsor di jalur Cikebo. Material longsoran sempat menutup sebagian ruas jalan provinsi yang menghubungkan Majalengka dengan Cikijing.

Peristiwa tersebut membuat para pengendara tertahan selama kurang lebih dua jam karena jalur tidak bisa dilalui. Informasi itu dibagikan melalui unggahan Instagram @besokseninco pada Kamis (12/2/2026).

"Awalnya jalanan tertutup. Dua jalur sama sekali tidak bisa dilalui," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Baca Juga: Erick Thohir Puji Bocah 5 Tahun di Meja Biliar

"Namun, pihak terkait segera bertindak dan sekarang jalan sudah dilalui dengan sistem buka tutup jalur," tambahnya.

Selain longsor di jalur Cikebo, bencana hidrometeorologi juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Majalengka. Dalam satu malam, tercatat sedikitnya 14 kejadian bencana berupa longsor dan banjir yang tersebar di 14 desa dan enam kecamatan, yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa hujan turun merata di seluruh wilayah Majalengka, dengan daerah selatan menjadi wilayah paling terdampak karena kondisi geografis yang rawan longsor.

"Hujan merata di seluruh wilayah Majalengka, dan daerah selatan yang memang rentan longsor menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak," ujar Agus Tamim dalam pernyataan resminya, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Meski sejumlah kejadian bencana terjadi, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga saat ini.

"Dari 14 titik bencana tersebut, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa," tegas Agus.

Longsor juga sempat mengganggu akses transportasi di jalur provinsi Maja–Talaga, tepatnya di kawasan Cikebo, akibat material tanah yang menutup bahu jalan. Sementara itu, banjir di Kecamatan Panyingkiran berdampak pada puluhan rumah warga.

"Di Desa Bonang dan Leuwiseeng, sedikitnya 65 rumah warga serta rumah ibadah terendam banjir," ungkap Agus.

Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Disidang Adat Toraja, Berani Datang dan Bayar Denda

"Kondisi saat ini mulai berangsur surut, namun pendataan dampak masih terus dilakukan," tambahnya.

BPBD Majalengka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X