Proyek Jembatan Mangkrak, Warga Sindir Pejabat Daerah Lampung Timur

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Jumat, 6 Februari 2026 | 08:40 WIB
Menyoroti penuturan warga asal Lampung Timur yang mengungkapkan terkait dugaan proyek jembatan mangkrak. (Dok. TikTok.com/@andreanglerliar)
Menyoroti penuturan warga asal Lampung Timur yang mengungkapkan terkait dugaan proyek jembatan mangkrak. (Dok. TikTok.com/@andreanglerliar)

PONTIANAKGLOBE.COM, LAMPUNG -- Proyek pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur menjadi sorotan publik setelah disebut mangkrak dan belum dapat dimanfaatkan warga hingga kini.

Perhatian publik muncul setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas warga yang masih harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Baca Juga: Teddy Bantah Isu Prabowo Pakai Dua Pesawat Kepresidenan

Dalam video yang diunggah akun TikTok @andreanglerliar, seorang warga menyampaikan kritik kepada pihak terkait mengenai kelanjutan proyek jembatan tersebut.

"Kemarin pada ke mana ya? Sekarang bingung mengukur berapa meter, sampai ramai ini tanggul," ujarnya.

"Mereka ke mana setelah saya membuat video yang viral dan bendera setengah tiang ini?" sambungnya.

Pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir disebut telah dilakukan secara bertahap pada periode 2020 hingga 2022 dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp18 miliar.

"Desa Kali Pasir berdiri tahun 1960 tapi hingga 2026, infrastruktur belum kami rasakan," ungkap akun TikTok @andreanglerliar dalam unggahan lainnya pada Minggu, 1 Februari 2026.

Sebagai bentuk protes, warga terlihat memasang bendera Merah Putih setengah tiang di sekitar lokasi sungai yang seharusnya menjadi jalur jembatan penghubung desa.

Sejumlah video lain juga memperlihatkan keseharian warga yang masih bergantung pada perahu kayu untuk menyeberangi sungai, termasuk para pelajar yang hendak pergi ke sekolah.

Sepeda motor warga pun diangkut menggunakan perahu, sementara sebagian lainnya harus menunggu giliran penyeberangan di tepian sungai.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyebut kondisi tersebut berisiko bagi keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.

Baca Juga: DLH Bekasi Benarkan Temuan Cacahan Uang di TPS Liar

Ela mengatakan dirinya telah beberapa kali meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter," ungkap Ela kepada awak media di Bandar Lampung, pada Senin, 2 Februari 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X