PONTIANAKGLOBE.COM, BEKASI -- Temuan cacahan kertas yang diduga potongan uang rupiah di sebuah tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.
Video yang diunggah akun Instagram @sahabatpedulilingkungan pada akhir Januari 2026 itu memperlihatkan potongan kertas berwarna merah dan biru yang menyerupai pecahan uang Rp100 ribu dan Rp50 ribu berserakan di lokasi pembuangan sampah di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu. Sebagian cacahan juga terlihat dimasukkan ke dalam karung putih.
Baca Juga: Mahfud MD Ingatkan Bahaya Hukum yang Bergerak Setelah Viral
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi kemudian melakukan peninjauan ke lokasi bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa cacahan tersebut merupakan uang rupiah asli.
"Iya cacahan uang asli," kata Juru Bicara DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan kepada awak media di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (4/2/2026).
Lokasi TPS liar tersebut diketahui berada tidak jauh dari Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, di lahan milik warga bernama H Santo. Temuan ini sempat memunculkan spekulasi di masyarakat, termasuk dugaan adanya limbah medis di lokasi yang sama.
Menanggapi hal tersebut, DLH Kabupaten Bekasi memastikan tidak ditemukan limbah medis di area tersebut. Petugas memang menemukan plastik bag kuning yang biasanya digunakan untuk limbah medis, tetapi dalam kondisi kosong.
“Dalam peninjauan tidak ditemukan limbah medis, maupun sludge," terang Dedi.
Baca Juga: Prilly Latuconsina Minta Maaf Usai Polemik LinkedIn OpenToWork
"Ditemukan cacahan uang berwarna merah serta plastik bag berwarna kuning, namun tidak ditemukan limbah medis di dalamnya," tambahnya.
Saat ini, DLH Kabupaten Bekasi masih berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menelusuri asal-usul cacahan uang tersebut, termasuk pihak yang membuang sampah di lokasi TPS liar tersebut.
“KLH akan berkoordinasi dengan pemilik tanah serta RT setempat," tutur Dedi.
"(Hal itu) untuk menggali informasi lebih lanjut terkait sumber sampah dan pihak pengangkut dan penghasilnya,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Isu Rp1 Triliun Dana Endapan di Bekasi, Sekda Junaedi: 'Bohong Besar!'
Banjir Kepung Bekasi, Anak-anak Malah Main Air Bak Waterboom Dadakan
Sirine Banjir Bunyi, Warga Bekasi Malah Kumpul di Jembatan
Curhatan Mpok Bekasi Viral: Sebulan Tiga Kali Banjir, Sampai Kapan Warga Harus Bertahan?
Banjir Setinggi Dada, Bapak di Bekasi Malah Bernyanyi: Sindiran Halus yang Menyentil
Longsor Gerus Bantaran Kali Bekasi, Enam Rumah Warga Terancam