ICW Pertanyakan Seragam dan Alat Makan Ratusan Miliar di MBG

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 18 Januari 2026 | 09:24 WIB
Foto: Ilustrasi tumpukan food tray atau ompreng untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG. (Dok. Instagram/badangizinasional.ri)
Foto: Ilustrasi tumpukan food tray atau ompreng untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG. (Dok. Instagram/badangizinasional.ri)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan selama satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas Kabinet Merah Putih dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Namun, setelah satu tahun pelaksanaan, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap sejumlah temuan yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan peningkatan gizi penerima manfaat.

Baca Juga: Orasi Baskara Putra di Aksi Kamisan: Bukan Isu Musiman, Ini Luka Panjang

Temuan tersebut mencakup persoalan tata kelola hingga potensi konflik kepentingan dalam pengadaan.

“Kita (ICW) melihat soal tata kelola, potensi konflik kepentingan, patronase, pengadaan juga kita lihat gitu,” ujar Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, dalam siniar yang diunggah di kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Jumat (16/1/2026). 

Egi menjelaskan, salah satu temuan utama ICW berkaitan dengan pengadaan seragam bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Berdasarkan data yang dihimpun, nilai anggaran untuk pengadaan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

“Kita kemarin kumpulkan datanya, misal ada pengadaan seragam SPPG dan SPPI itu jumlahnya besar. Ini seragam kaos, sepatu, celana, handuk itu ada Rp423 miliar,” ungkap Egi.

Dalam diskusi tersebut, Bambang Widjojanto selaku host mempertanyakan apakah pengadaan seragam dengan nilai sebesar itu telah diketahui oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Presiden Prabowo.

Selain seragam, ICW juga menyoroti besarnya anggaran pengadaan alat makan dan dapur untuk mendukung pelaksanaan MBG. Egi menyebut, nilai pengeluaran untuk komponen tersebut tergolong fantastis.

“Ini pengadaan alat makan dan dapur, alat makan itu macem-macem, mungkin ompreng. Tapi yang jelas sendok bebek kalau kita beli nasi uduk itu Rp4 miliar di tahun 2025,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data terbaru yang diperiksa ICW, rincian pengadaan alat makan tidak dijabarkan secara detail dan dicatat dalam bentuk gelondongan.

“Ini data yang baru beberapa hari lalu kami cek. Kalau ompreng ini ngak kelihatan detailnya, dibuat gelondongan tapi totalnya realisasi pengadaan alat makan dan dapur Rp583 miliar,” lanjut Egi.

Baca Juga: Rizky Ridho Tak Gentar AFF 2026 Non-FIFA: Target Timnas Tetap Juara

ICW juga mempertanyakan mekanisme dan tanggung jawab pengadaan alat makan tersebut. Menurut Egi, masih belum jelas apakah pengadaan tersebut menjadi tanggung jawab BGN atau masing-masing SPPG.

“Kita heran juga, kalau alat makan tanggung jawab BGN atau SPPG? Ini duitnya dari BGN, pengadaannya BGN. Jadi, kalau udah keluar dari sana (SPPG) ngapain lagi di sini dikeluarkan?” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X