Orasi Baskara Putra di Aksi Kamisan: Bukan Isu Musiman, Ini Luka Panjang

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 18 Januari 2026 | 08:47 WIB
Foto: Baskara Putra di Aksi Kamisan (Dok. Judirho )
Foto: Baskara Putra di Aksi Kamisan (Dok. Judirho )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Nama musisi Baskara Putra menjadi perbincangan warganet usai menyampaikan orasi dalam peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Januari 2026. Orasi vokalis Hindia tersebut ramai disorot karena menyinggung anggapan keliru yang kerap melekat pada Aksi Kamisan.

Melalui unggahan akun Instagram @konserfeeds pada Jumat, 16 Januari 2026, Baskara terlihat menyuarakan kegelisahannya terhadap narasi yang menyebut Aksi Kamisan sebagai isu musiman. Ia menceritakan pengalamannya saat melihat unggahan terkait Aksi Kamisan di media sosial, khususnya menjelang Pemilu.

“Saya ada momen di Pemilu terakhir, melihat video kawan-kawan kamisan ada di sini, masuk TikTok,” ujar Baskara.

Baca Juga: Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal, Sikap Keluarga Tuai Pujian

Ia menyinggung munculnya komentar warganet yang menyebut perjuangan Aksi Kamisan hanya relevan setiap lima tahun sekali, bertepatan dengan momen politik nasional.

“Terus di momen itu ada satu komentar di TikTok-nya, ‘ah ini mah isu 5 tahunan’, yang digoreng tiap hari ke luar pemilu saja,” lanjutnya.

Menurut Baskara, anggapan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga mereduksi makna perjuangan panjang keluarga korban pelanggaran HAM berat yang konsisten turun ke jalan setiap Kamis.

“Lalu, saya tidak setiap minggu di sini, tapi saya yang sakit hati bacanya,” ungkap Baskara.

“Saya nggak terbayang, gimana rasanya baca komentar seperti itu dari kawan-kawan yang terorganisir ini setiap minggu,” tambahnya.

Dalam orasi tersebut, Baskara juga mengungkapkan keterkaitan personalnya dengan perjuangan korban pelanggaran HAM. Ia bercerita pernah menciptakan lagu yang terinspirasi dari kisah Ibu Sumarsih, orang tua korban Tragedi Semanggi I yang hingga kini terus menuntut keadilan atas kematian anaknya.

“Saya minta tolong, Bu Sumarsih, yang cerita langsung di albumnya, dan itu yang saya lakukan,” ujar Baskara.

“Saya selalu bilang dan selalu percaya bahwa keberpihakan itu bisa dilakukan bahkan di ruang-ruang budaya populer,” lanjutnya.

Baca Juga: Rizky Ridho Tak Gentar AFF 2026 Non-FIFA: Target Timnas Tetap Juara

Aksi Kamisan sendiri telah berlangsung selama 19 tahun secara konsisten di depan Istana Negara, Jakarta. Selama hampir dua dekade, aksi ini menjadi ruang perjuangan untuk menuntut penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang tak kunjung tuntas.

Seiring waktu, Aksi Kamisan tidak hanya diikuti oleh korban dan keluarga korban, tetapi juga melibatkan kelompok yang lebih luas, termasuk generasi muda dari berbagai daerah. Cara penyampaian tuntutan pun terus berkembang, menyesuaikan dengan konteks zaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

X