PONTIANAKGLOBE.COM, BENER MERIAH -- Linimasa media sosial masih terus amai membicarakan kondisi pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 itu hingga kini masih meninggalkan kerusakan serius di berbagai daerah terdampak.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Di kawasan ini, akses jalan sempat terputus akibat banjir bandang yang membawa material berat, sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Baca Juga: Turnamen Voli Proliga 2026 Siap Digelar
Kondisi terkini di lokasi bencana kembali disorot setelah influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Virdian Aurellio, membagikan pengalamannya saat berada langsung di Bener Meriah. Unggahan tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial.
"Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 6 Januari 2026," tulis Virdian melalui unggahan Instagramnya @virdian_aurellio, pada Rabu, (7/1/2026).
"Banjir dan longsor mungkin surut, tapi pemulihan pasca bencana juga harus jadi fokus seluruh elemen. Jaga gotong royong, warga jaga warga," sambungnya.
Dalam video yang dibagikan, terlihat sejumlah warga harus menuruni tebing curam akibat akses jalan yang terputus. Kondisi tersebut mengingatkan publik pada video viral sebelumnya, ketika warga berbondong-bondong turun dan naik demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok.
"Kalian pasti ingat footage yang begitu fenomenal, ketika ada video di mana orang berbondong-bondong turun dan naik demi mengambil bahan makanan pokok," terangnya.
"Saya sekarang di tempat itu, di Bener Meriah," ungkap Virdian.
Virdian menekankan bahwa kondisi tersebut tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai konten media sosial atau berita sesaat.
"Bagi banyak orang, mungkin itu hanyalah timeline medsos atau berita selewat saja," tutur Virdian.
"Tapi bagi masyarakat Aceh, sehari-hari mereka melewati jalan licin dan berlumpur," imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada pembangunan jembatan penghubung di wilayah tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
"Dan sekarang sudah ada jembatan yang sedang dibangun oleh TNI," terangnya.
Meski demikian, Virdian menyebut pemulihan belum sepenuhnya rampung. Akses jalan yang masih licin dan rawan tetap menjadi persoalan yang dihadapi warga setiap hari.
Artikel Terkait
21 Hari Dalam Gelap, Lampu Akhirnya Menyala di Pengungsian Bener Meriah
Klarifikasi Bupati Bener Meriah Soal Rombongan Jalan Kaki Tuai Kecaman
Banjir Bener Meriah: Relawan Terhenti, Pengungsi Terpaksa Menunggu
Pascabanjir Sumatera, Wilayah Terpencil Bener Meriah Masih Terabaikan
Beras Tembus Rp400 Ribu, Warga Takengon Pilih Jalan Kaki ke Bener Meriah
Belum Pulih dari Banjir, Warga Bener Meriah Dihantam Ancaman Baru dari Gunung Api