Ia juga menyebut munculnya pasar-pasar baru di sepanjang jalur KKA yang menjadi titik aktivitas para pedagang.
“Tumbuh pasar-pasar di setiap sudut, lebih dekat ke Lombok atau Aceh Utara. Harga lebih murah menuju ke Benar Meriah,” tandasnya.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah warganet menilai klarifikasi Bupati Bener Meriah tidak sejalan dengan realita di lapangan dan dinilai kurang menunjukkan empati terhadap warganya yang terdampak bencana.
“Pak Tagor, warga Anda capek jalan menjemput logistik berjalan kaki, malah Anda katakan mereka cuman pedagang,” tulis warganet dengan akun @BraderJr.
“Yang benar pak, pedagang sebanyak itu mau dagang ke siapa? yang jelas itu warga, pedagang paling hanya puluhan orang,” ungkap akun @AmranBakkara.***
Artikel Terkait
Jalan Putus, Warga Bener Meriah Tempuh 4 Jam Demi Sekantong Beras
Jembatan Bailey Dibuka, Akses ke Bener Meriah Akhirnya Terhubung
21 Hari Dalam Gelap, Lampu Akhirnya Menyala di Pengungsian Bener Meriah
Banjir Aceh dan Bukti Nyata Kekuatan Media Sosial
Influencer Vilmei Saksikan Ketegaran Warga Aceh Tamiang Pascabanjir
Nikah di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Arie Untung Jadi Saksi