PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara sejak 25 November 2025 membuat sejumlah wilayah lumpuh dan tak dapat diakses. Di tengah kondisi tersebut, berbagai rekaman warga yang menunjukkan situasi lapangan beredar luas di media sosial.
Salah satu video yang menyita perhatian datang dari akun TikTok @iammuhammad__, diunggah pada 29 November 2025. Dalam rekaman itu, ia terlihat berjalan melewati jalanan yang terendam banjir di sebuah kawasan di Medan.
Baca Juga: Tak Tetapkan Darurat Nasional, Tapi Prabowo Kerahkan Semua Pasukan
Di tengah perjalanan, terdengar suara rintihan seekor anjing. Ia pun menulis dalam videonya, “kek nya suara anabul”, lalu bergerak menuju arah suara itu.
Hingga berita ini diterbitkan, video tersebut telah ditonton 4,2 juta kali dan mengundang 14,6 ribu komentar di TikTok. Ketika kamera diarahkan ke sisi kanan, tampak seekor anjing dengan setengah tubuh terendam air. Hewan itu menggigiti pagar besi sambil merintih, tampak menggigil dan ketakutan.
Beberapa warga yang berada di lokasi kemudian mendekati pagar tersebut. Seorang pria bertopi putih memanjat pagar untuk menyelamatkan anjing itu. “Kita coba rescue yak,” tulis @iammuhammad__ dalam videonya.
Warga lain ikut naik ke pagar untuk membantu mengangkat anjing tersebut dari rendaman air.
Dalam keterangannya, pembuat video mengingatkan pentingnya saling menjaga di tengah bencana.
“Sehat sehat kelen ya we, saling jaga dan memperhatikan sekitar,” ujarnya.
Baca Juga: Garuda Diambang Krisis: DPR Minta Penyakit Lama Dipotong Sampai Akarnya
Kolom komentar dibanjiri respons emosional dari warganet, yang banyak mengungkapkan kekesalan terhadap dugaan penelantaran hewan tersebut.
“Pemiliknya selamatkan diri tapi peliharaannya ditinggal padahal itu makhluk hidup sama sama ciptaan Allah,” tulis akun Hendrick Estrada.
Akun lain bernama _MamaBerryl menambahkan, “Sampe menggigiti pagar, sampai majikannya mencari nanti tidak usah dikasih.”
Meski demikian, @iammuhammad__ menanggapi komentar dengan tenang dan mencoba meredam amarah penonton. Ia menegaskan bahwa situasi darurat tidak selalu bisa disimpulkan begitu saja. “Kemungkinan yang punya rumah keluar kota, enggak ada yang bisa kita salahin, sebisa mungkin kita saling membantu,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Operasi Udara TNI Dirombak Total: 76.500 Ton Bantuan Dikirim, Wilayah Terisolasi Jadi Alarm Darurat
Banjir Bandang hingga Longsor: Agam Dilanda Bencana Terburuk dalam Tahun Ini
Medan Tanggap Darurat Banjir: Ribuan Warga Mengungsi, Rico Waas Pastikan BBM Aman
Bukan Penjarahan? Ini Penjelasan BNPB Soal Warga Rebut Bantuan
Di Balik Video Viral Sibolga: Ketakutan Warga dan Lambatnya Distribusi Bantuan
Banjir Sumut–Aceh: Prabowo Klaim Negara Mampu Atasi, Fakta di Lapangan?