Merasa Difitnah, Ini Isi Hati Ira Puspadewi Setelah Bebas

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 1 Desember 2025 | 12:03 WIB
Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi berbagi cerita usai mendapat rehabilitasi dan bebas dari tahanan.  (Dok. YouTube/ASDP Indonesia Ferry)
Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi berbagi cerita usai mendapat rehabilitasi dan bebas dari tahanan. (Dok. YouTube/ASDP Indonesia Ferry)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, resmi keluar dari penjara setelah hampir sepuluh bulan menjalani masa tahanan dalam kasus dugaan korupsi. Ia memperoleh rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto dan kini mulai kembali menjalani aktivitas sehari-harinya.

Ira mengisahkan pengalaman spiritual yang ia rasakan selama berada di balik jeruji hingga hari-hari pertamanya menghirup udara bebas.

“Sampai hari ini saya masih merasa tidak percaya. Saya tadi jalan-jalan di Lapangan Banteng seperti biasanya, kemudian ada musik yang berdentum untuk senam zumba, biasanya saya terganggu tapi hari ini saya merasa musik seperti itu indah sekali,” ujarnya di Bekasi pada Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: SMARTFREN Fun Run Pontianak 2025, Pecah! Wujud Komitmen XLSMART Dukung Gaya Hidup Sehat

“Ternyata selama ini, saya, kurang bersyukur barangkali, yang kita anggap biasa hari ini, syukurilah,” imbuhnya.

Ia mengaku sempat mempertanyakan takdir yang menimpanya selama proses hukum berlangsung.

“Buat saya ada momen di mana saya kira mohon dimaafkan sebagai manusia, saya questioning ke Allah, ‘kenapa ya saya diginiin banget?’” tuturnya.

Ira merasa dirinya difitnah, namun sebuah buku yang ia baca membuatnya melihat situasi itu dari sudut yang berbeda.

“Fitnah itu akar katanya fatana, kebetulan buku yang saya baca berbahasa Inggris, ‘to burn gold to purify’ sehingga dikeluarkan dari elemen-elemen yang bukan emas,” katanya.

“Jadi, saya memahami Allah mungkin sedang membakar saya dengan pain ini, saya mudah-mudahan menjadi emas yang lebih murni,” tambahnya.

Ira juga bercerita tentang masa-masa awal ketika ditempatkan di ruang isolasi yang gelap dan sempit.

“Kalau seperti ini, kita mau kemana? Kalau dalam kamar isolasi gelap, ngga ada jendela. Kurang lebih ukurannya 3x3, sendirian selama 3 hari, tidak ada teman, mau kemana lagi? Cuma ngobrolnya sama Tuhan,” ungkapnya.

Ia mengatakan satu surat dalam Al-Qur’an memberinya penguatan.

“Kemudian ada saya baca satu surat, kebetulan saya merasa kok saya kayak ditinggalkan sih sama Tuhan? Ternyata saya yang mengena di hati saya adalah surat Ad-Duha,” ucapnya.

Surat itu, menurut Ira, membuatnya mengingat kembali hidupnya sejak kecil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X