Dengan meningkatnya sorotan publik terkait laporan keuangannya, masyarakat kini menunggu penjelasan langsung dari Ayi Subarna. Tanpa klarifikasi resmi, kritik mengenai nilai kas yang sangat kecil itu berpotensi meluas dan memunculkan berbagai dugaan.
Sampai saat ini belum ada keterangan tambahan dari Bank BJB maupun pihak provinsi mengenai tindak lanjut yang akan dilakukan. Isu transparansi pejabat publik kembali menjadi perhatian besar di tengah tuntutan akuntabilitas yang semakin tinggi.***
Artikel Terkait
Kredit Fiktif BJB Pandeglang: Pimpinan Cabang Lolos, Dua Karyawan Ditangkap?
Laba BJB Syariah Anjlok 60 Persen di Kuartal I 2024, Beban Operasional dan Penurunan Pendapatan Non-Bunga Jadi Pemicu Utama
Update Skandal Korupsi Iklan BJB: Anggaran Rp409 M, Direalisasikan Rp100 M
Tanpa Penjelasan Resmi, Publik Terus Mencari Jawaban atas Wafatnya Dirut BJB