Mega Proyek Triliunan Terbengkalai, Publik Pertanyakan Efektivitas APBN

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 10 November 2025 | 16:42 WIB
Menyoroti pernyataan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali terkait polemik mega proyek di RI.  (Dok. YouTube.com / Prof. Rhenald Kasali)
Menyoroti pernyataan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali terkait polemik mega proyek di RI. (Dok. YouTube.com / Prof. Rhenald Kasali)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) kini jadi sorotan publik lantaran banyak yang terancam mangkrak. Berdasarkan data yang dihimpun, proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), MRT Fase II, Kereta Semi Cepat Jakarta–Surabaya, hingga Tol Trans Sumatera tahap II disebut menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Hambatan pembebasan lahan, lemahnya perencanaan, serta masalah pembiayaan menjadi penyebab utama lambatnya penyelesaian pembangunan.

Baca Juga: Bikin Merinding! 300 Peserta Paduan Suara Nyanyikan Lagu Latin di Akhir Pesparani Kalbar 2025

Selain itu, sejumlah proyek infrastruktur lain seperti Pelabuhan Ambon, Tol Getaci, Bendungan di Sarolangun Jambi, dan Jalan Akses Ujung Jabung juga tertunda dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran soal efektivitas penggunaan anggaran negara, apalagi di tengah tekanan fiskal yang meningkat.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar membiayai proyek fisik

. “Seluruh APBN, seluruh kegiatan pemerintah, DPR, dan DPD memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat masyarakat jadi kaya,” ujar Purbaya dalam rapat kerja di Senayan, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak bisa diukur dari banyaknya proyek besar atau munculnya segelintir orang kaya baru, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

Purbaya mengingatkan bahwa mandat Presiden Prabowo menekankan pentingnya ekonomi yang inklusif dan merata.

“Kalau yang kaya cuma sedikit, itu bukan keberhasilan,” tegasnya.

Menurutnya, infrastruktur tetap penting, namun hasil akhirnya harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga arah pembangunan agar tidak melenceng dari tujuan awal.

“Mari kita kaya bersama. Itu tujuan kita,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi dan praktisi bisnis, Prof. Rhenald Kasali, turut menyoroti proyek-proyek raksasa yang berpotensi terbengkalai, salah satunya Meikarta yang disebut memiliki nilai investasi mencapai Rp278 triliun.

Dalam siniar YouTube-nya, Rhenald menilai proyek seperti Meikarta mencerminkan lemahnya kesinambungan antar-pemerintahan serta adanya penyimpangan yang membuat proyek besar berhenti di tengah jalan.

“Bagaimana kabar Meikarta? Itu dulu nilainya 278 triliun. Indonesia ingin maju, tapi banyak proyek dibiarkan mangkrak,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X