Lewat karya satir yang jenaka namun menggigit ini, KKLBV ITB berhasil menghadirkan refleksi sosial yang cerdas di tengah riuhnya perayaan seni.
Pasar Seni ITB 2025 tak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga panggung kritik atas realitas masyarakat yang kian kabur antara keaslian dan kepalsuan.
Artikel Terkait
Buka Istana Berbatik, Presiden Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Indonesia
Siapa Rinoa Aurora Senduk: Dianiaya oleh Kekasih, Karier di Dunia Seni, dan Hubungan dengan Leon Dozan
Grand Seiko Tentagraph SLGC001: Perpaduan Seni dan Teknologi dalam Sebuah Jam Tangan
Melalui Seni: E’ries San Agustin Menyemarakkan Acara HOMK-KAP 2024 Cara Kampus untuk Branding Kreatif
Bupati Ipuk Resmikan Langgar Art, Destinasi Seni Baru di Banyuwangi
Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Terkait Generasi Muda dan Seni Budaya Tanah Air