PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Tanaman kratom (Mitragyna speciosa) yang banyak tumbuh di Kalimantan kembali menarik perhatian dunia.
Setelah sempat digemari di Amerika Serikat sebagai bahan alami penghilang nyeri, kini pemerintah Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menggandeng PT Soho Industri Pharmasi (SIP) untuk mengembangkan kratom menjadi obat modern buatan Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Wajibkan BBM Campur Etanol 10% Tahun Depan, Pertamina Langsung Siap Jalan
Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mengubah “daun surga” khas Kalimantan menjadi produk farmasi bernilai tinggi.
“BRIN sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan industri agar pengembangan produk berbasis riset makin kuat. Dengan kerja sama ini, industri tidak perlu investasi besar di awal,” ujar Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis, Minggu (12/10/2025).
Kepala Pusat Riset Vaksin dan Obat BRIN, Masteria Yunovilsa Putra, menambahkan bahwa penelitian ini menindaklanjuti arahan pemerintah untuk menelaah manfaat dan risiko tanaman kratom secara ilmiah.
“Dari hasil riset, kratom mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai anti-inflamasi, analgesik, anti-kanker, dan anti-diabetes,” jelas Masteria.
Baca Juga: Banjir Bantuan! BLT Naik dan Program Magang Nasional Dibuka 80.000 Kuota
BRIN juga telah menyampaikan hasil riset tersebut kepada BPOM, dan kini bersiap memasuki tahap uji praklinis dan klinis, sekaligus proses hilirisasi agar bisa diproduksi massal di dalam negeri.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup transfer teknologi dan pengetahuan dari BRIN ke PT SIP, khususnya pada metode ekstraksi kratom yang unik dan berbeda dari ekstraksi herbal pada umumnya.
“Setelah teknologi ekstraksi dikuasai, kami akan masuk ke tahap co-development, yaitu mengembangkan formulasi obat bersama,” tambah Masteria.
Untuk tahap awal, riset akan difokuskan pada pengembangan obat analgesik (pereda nyeri).
Baca Juga: Pertemuan di Istana Wapres, Purbaya Beberkan Pesan Khusus Gibran soal Komunikasi Publik
“Kami akan mengembangkan formula analgesik bersama PT SIP berdasarkan data in vitro dan in vivo yang kami miliki,” ujarnya.
Kerja sama ini menjadi langkah bersejarah dalam upaya Indonesia, terutama Kalimantan, memanfaatkan kekayaan hayati lokal untuk kemajuan industri farmasi nasional.
Artikel Terkait
Menelisik Negara Tetangga, Thailand Longgarkan Regulasi Kratom untuk Kesejahteraan Warga
Regulasi Kratom di Amerika Serikat 2025: Negara Bagian Ambil Sikap Beragam, dari Perlindungan Konsumen hingga Pelarangan Total
Studi di Amerika Serikat Sebutkan Hampir Separuh Pengguna Kratom untuk Atasi Nyeri Kronis
Fakta Kratom! Obat Tradisional Asia yang Jadi Perhatian Dunia Medis, Legal Diperdagangkan di Amerika Serikat
Hilirisasi Kratom Bisa Buka 57 Ribu Lapangan Kerja, Kok Bisa?
Kementerian UMKM Siapkan Robotic AI untuk Bantu Hilirisasi Kratom, Begini Cara Kerjanya!