Trump Umumkan Perang di Gaza Berakhir, Dunia Ragukan Perdamaian Langgeng

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Senin, 13 Oktober 2025 | 17:15 WIB
Menyoroti pernyataan terbaru AS-Israel terkait akhir peperangan di Gaza, Palestina. (Dok. Instagram.com / @realdonaldtrump-@b.netanyahu)
Menyoroti pernyataan terbaru AS-Israel terkait akhir peperangan di Gaza, Palestina. (Dok. Instagram.com / @[email protected])

PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON --Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik berkepanjangan antara Hamas dan Israel di Gaza telah resmi berakhir, Minggu (12/10/2025).

“Perang sudah berakhir,” ujar Trump singkat sebelum bertolak menuju Mesir untuk menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, seperti dilaporkan AFP.

Namun, di balik pernyataan optimistis itu, Gaza masih diselimuti kehancuran. Ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal, sementara situasi kemanusiaan tetap genting.

Trump menegaskan bahwa kunjungannya kali ini membawa inisiatif perdamaian baru yang ia susun untuk mengakhiri perang dua tahun antara Israel dan Hamas.

Baca Juga: Akan Bebas atau Tetap Tersangka? Ini Jadwal Putusan Praperadilan Nadiem Makarim

Ia juga menyebut babak baru hubungan Israel–Palestina akan segera dimulai.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim kemenangan penuh atas Hamas, menandai berakhirnya konflik bersenjata yang menewaskan lebih dari 67 ribu orang di Gaza.

Trump dijadwalkan bertemu Netanyahu di Yerusalem sebelum Hamas menyerahkan 20 sandera yang masih hidup, Senin (13/10/2025).

Sebagai bagian dari kesepakatan, Israel juga akan membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina, termasuk 250 tahanan politik.

“Langkah ini adalah momentum bersejarah untuk perdamaian abadi di Timur Tengah,” kata Trump di Washington.

Meski demikian, Hamas menolak menyebut situasi ini sebagai kemenangan Israel. Mereka tetap menuntut pembebasan tujuh tokoh penting Palestina yang belum disetujui pihak Israel.

Panglima Militer Israel, Letjen Eyal Zamir, menyebut kemenangan atas Hamas sebagai hasil kombinasi operasi militer dan diplomasi internasional.

“Tekanan militer yang kami lakukan bersama upaya diplomasi menjadi kunci kemenangan,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.

Namun di lapangan, warga Gaza masih berjuang di tengah puing-puing bangunan.

“Tidak ada yang tersisa. Bahkan rumah tetangga sudah hilang,” ujar Fatima Salem (38), warga Gaza, penuh pilu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X