Seorang pengguna jalan, Rudi (34), mengaku sempat kaget saat melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Hari Keenam Kebakaran Lahan di Rasau Jaya, BPBD Kalbar Masih Berjibaku Padamkan Api
Ia melihat kobaran api besar di tengah hujan deras dan warga yang panik berlarian membantu memadamkan api.
“Saya kira cuma asap dari bakar sampah, tapi pas dekat ternyata api besar sekali. Banyak warga teriak-teriak minta tolong, suasananya panik,” ujarnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Deri mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dengan banyak bangunan kayu atau semi permanen.
Ia menekankan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari korsleting, serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.
Baca Juga: Pramono Anung Janjikan Kemudahan Urus Dokumen Warga Terdampak Kebakaran Kapuk Muara
Selain itu, warga diimbau menjauhkan bahan mudah terbakar seperti bensin, gas, dan minyak tanah dari sumber api. Setiap rumah disarankan memiliki alat pemadam ringan atau karung basah untuk tindakan cepat bila terjadi percikan api.
“Kesigapan warga dan kesadaran menjaga keamanan lingkungan sangat penting. Lebih baik mencegah sebelum api membesar,” pungkas Deri. ***
Artikel Terkait
Administrator Apostolik KAP Lakukan Kunjungan Kanonik Perdana di Dekanat Pontianak
Akhirnya, Penerbangan Internasional Pontianak–Kuching Kembali Buka
Penerbangan Pontianak–Kuala Lumpur Kini Bisa Langsung, AirAsia Catat Antusiasme Tinggi di Penerbangan Perdana
Merajut Militansi dan Spiritualitas: Pemuda Katolik Pontianak di Bawah Kepemimpinan Baru
McDonald's Indonesia Konsisten Dukung Perekonomian Daerah, Kini Hadir di Pontianak
Festival Mooncake di SD Cahaya Mentari Pontianak, Serunya Anak-Anak Nikmati Kue Bulan, Lampion, dan Belajar Toleransi