Prabowo Sambut Juara Dunia MotoGP Marc Márquez di Istana Negara, Begini Ucapan Hangat Presiden RI

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 30 September 2025 | 22:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima Juara Dunia MotoGP 2025 Marc Márquez di Istana Presiden, Jakarta.  (Dok. Tim Promedia)
Presiden Prabowo Subianto menerima Juara Dunia MotoGP 2025 Marc Márquez di Istana Presiden, Jakarta. (Dok. Tim Promedia)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan juara dunia MotoGP, Marc Márquez, di Istana Negara Jakarta, Selasa (30/9/2025).

Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi simbol dukungan Indonesia terhadap perkembangan olahraga balap motor dunia sekaligus penguatan sport tourism di Tanah Air.

Dalam suasana akrab, Presiden Prabowo menyapa Márquez dengan bahasa Spanyol.
“Dari mana asalmu?” tanya Prabowo.
“Spanyol,” jawab Márquez.
“Hola, hola, señor,” sambut Prabowo.
“Hola, hola,” balas Márquez.

Prabowo menegaskan, olahraga termasuk MotoGP merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Pemerintah, katanya, berkomitmen menjadikan sport tourism sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana pembinaan generasi muda.

Márquez: Senang Kembali ke Indonesia

Márquez mengaku senang kembali ke Indonesia usai menjuarai MotoGP.

“Saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia setelah menjadi juara dunia tiga hari lalu. Mandalika adalah sirkuit terbaik di negara terbaik untuk menikmatinya. Mari kita lihat apakah kita bisa menikmati Mandalika GP. Terima kasih banyak,” ujar Márquez.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, yang mendampingi kunjungan Márquez, menilai momentum ini dapat memperkuat posisi Indonesia di dunia balap internasional.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden sudah bertemu dengan juara dunia Marc Márquez. Beliau menekankan pentingnya sport tourism yang tidak hanya mendukung olahraga tetapi juga ekonomi. Di Mandalika sendiri, dampak ekonominya mencapai hampir Rp4,8 triliun dengan tiket hampir habis terjual,” jelas Erick.

Ia juga menyebut pesan khusus Presiden kepada pebalap muda Indonesia seperti Mario Aji (Moto2) dan Fadillah Aditama (Moto3).

“Kesempatan ini bukan hanya untuk menonton, tetapi juga melahirkan generasi baru. Apalagi kontrak MotoGP di Mandalika berlangsung hingga 2031, sehingga peluang berkembang masih terbuka lebar,” tambahnya.

Pemerintah, lanjut Erick, tengah menyiapkan kebijakan strategis untuk mendukung atlet, termasuk rencana dana pensiun bagi atlet dan pelatih, serta peluang pelatihan di luar negeri agar daya saing semakin kuat.

Kunjungan Márquez menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya tuan rumah MotoGP, tetapi juga bagian penting dari ekosistem balap motor dunia. Dengan dukungan pemerintah, sport tourism diproyeksikan menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakat. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Rekomendasi

Terkini

Ahli Toksinologi Ungkap Dokter Icha Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 | 23:08 WIB
X