Kisah Ibu Pengupas Bawang, Bahagia Anaknya Kini Bisa Sekolah Gratis di SRMA 26 Makassar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 19 September 2025 | 13:07 WIB
Marhani, orang tua dari Muhammad Raihan Firmansyah, bisa bernapas lega kini anaknya bisa belajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. (Dok. Tim Media Prabowo)
Marhani, orang tua dari Muhammad Raihan Firmansyah, bisa bernapas lega kini anaknya bisa belajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar. (Dok. Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Marhani, seorang ibu yang sehari-hari bekerja mengupas bawang dengan upah Rp1.000 per kilogram, kini merasa lega karena anaknya, Muhammad Raihan Firmansyah, bisa bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Dari Isu Anak Bawa Mobil ke Sekolah hingga KPK Cek Harta Arlan, Skandal Mutasi Kepsek Prabumulih Memanas

“Alhamdulillah, bersyukur sekali anak saya bisa sekolah di sana. Setidaknya mengurangi beban ekonomi, karena semua ditanggung. Berkah buat keluarga kami, terutama buat Raihan,” kata Marhani saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/9/2025).

Selain Raihan, keempat anaknya yang lain juga kerap membantu mengupas bawang untuk menambah penghasilan keluarga.

Sementara sang suami membuka bengkel tambal ban yang belakangan sepi pelanggan, membuat pendapatan mereka tidak menentu.

Saat berbincang, air mata bahagia Marhani tak tertahan.

Ia merasa senang Raihan bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki cita-cita baru menjadi seorang polisi.

“Belajar yang baik, semoga cita-citamu tercapai,” pesannya.

Ia pun rutin menjenguk Raihan ke asrama setiap akhir pekan.

Baca Juga: CoreLab Promedia 2025 Hadir di Unesa Surabaya, Kupas Tren Content Creator dan Jurnalisme Digital

Marhani juga menitipkan harapan kepada pemerintah agar program ini terus diperluas.

“Masih banyak di luar sana yang ingin sekolah, tapi tidak mampu. Terima kasih, Pak Prabowo,” ucapnya.

Raihan sendiri tak menyangka bisa kembali bersekolah di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

Meski tak lagi bisa membantu ibunya mengupas bawang, ia bahagia bisa belajar, mendapat teman baru, dan makan bergizi setiap hari di asrama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X