Barang yang mudah rusak terancam tidak laku di pasaran karena keterlambatan.
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi dalam Akuisisi PT ASDP dan PT Jembatan Nusantara
Aktivitas Sosial Terhambat
Selain ekonomi, aktivitas sosial warga ikut terganggu.
Anak-anak sekolah yang biasa menyeberang jembatan kini harus mencari jalur lain yang lebih jauh dan memakan waktu.
Warga juga khawatir jika ada keadaan darurat, akses menuju puskesmas atau rumah sakit menjadi sulit.
“Kalau ada orang sakit mendadak, kami bingung harus lewat mana. Takut terlambat sampai ke puskesmas,” ujar seorang ibu rumah tangga.
Interaksi antarwarga Dusun Kenanga 2 dan Melati pun berkurang.
Kegiatan gotong royong, pertemuan warga, hingga acara adat terhambat karena mobilitas yang terbatas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jembatan tersebut.
Mereka menilai keberadaan jembatan sangat vital, bukan hanya untuk transportasi, tetapi juga untuk menjaga roda ekonomi dan sosial tetap berjalan.
“Semoga jembatan ini cepat dibangun kembali, karena sangat penting bagi kami,” ungkap Ketua RT 28, Sur’in. ***
Artikel Terkait
Banjir Genangi Kabupaten Sambas, Ribuan Rumah Terendam, Tanpa Korban Jiwa
Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Sambas, Singkawang, dan Landak, Satu Anak Tenggelam
Anak Bunuh Ayah Kandung di Sebawi Sambas, Warga Temukan Korban Bersimbah Darah, Begini Kronologis Lengkapnya
Dua Motor Ringsek Akibat Tabrakan di Jalan Subah Sambas, Pengendara Alami Cedera Serius
Rusmina Tak Pulang dari Sawah, Kisah Seorang Ibu di Sambas yang Meninggal Terbakar saat Menjaga Api di Sawah Miliknya
Polres Sambas Gagalkan Penyelundupan 7.000 Telur Penyu, 4 Orang Ditangkap