Diterjang Sampah Hanyut, Jembatan Penghubung Dua Dusun di Sambas Runtuh

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 14 September 2025 | 04:05 WIB
Kondisi jembatan alternatif di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Sambas, yang roboh akibat terjangan arus deras membawa tumpukan sampah. (IST)
Kondisi jembatan alternatif di Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Sambas, yang roboh akibat terjangan arus deras membawa tumpukan sampah. (IST)

PONTIANAKGLOBE.COM, SAMBAS -- Jembatan alternatif yang menghubungkan Dusun Kenanga 2 dengan Dusun Melati, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ambruk setelah dihantam tumpukan sampah yang terbawa arus deras sungai.

Peristiwa ini memutus akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Jembatan Kayu Penghubung Kecamatan Sandai Rusak, Warga Gotong Royong Perbaiki

Ketua RT 28 Dusun Kenanga 2, Sur’in, mengaku khawatir sekaligus prihatin atas kejadian tersebut.

“Saya melihat langsung jembatan itu roboh perlahan, sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas,” ujarnya kepada Majalahmataborneonews.com, Sabtu (13/9/2025).

Menurut Sur’in, hujan deras sejak malam hingga siang membuat arus sungai semakin kuat, sehingga sampah hanyut menabrak jembatan hingga runtuh sekitar pukul 15.00 WIB.

“Detik-detik robohnya jembatan kami saksikan bersama, ambruk setelah dihantam sampah hanyut,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait segera memberikan perhatian.

“Semoga jembatan ini segera ditangani, karena sangat dibutuhkan warga sebagai jalur alternatif,” pungkasnya.

Ambruknya jembatan penghubung Dusun Kenanga 2 dan Dusun Melati, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, tidak hanya memutus jalur alternatif warga, tetapi juga menimbulkan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Sejak jembatan runtuh akibat hantaman sampah hanyut pada Sabtu (13/9/2025), warga kesulitan menjual hasil kebun maupun membeli kebutuhan pokok.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Jadi Isu Pilkada, Lasarus Ingatkan Jangan Klaim Sepihak

Jalan memutar yang harus ditempuh lebih jauh membuat ongkos transportasi meningkat.

“Biasanya lewat jembatan itu bisa cepat ke pasar. Sekarang harus putar jauh, jadi biaya bensin juga bertambah,” keluh salah seorang warga, Minggu (14/9/2025).

Petani dan nelayan pun terkena imbas karena distribusi hasil panen menjadi terhambat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X