Namun, perbandingan keduanya justru disebut membuat Sri Mulyani merasa semakin tersakiti.
Baca Juga: IFG Symphony Choir Raih Emas di Festival Paduan Suara Internasional di IKN
“Beliau kecewa berat. Selama ini dikenal bersih, bekerja dengan integritas. Tapi kemudian disamakan dengan sosok lain yang citranya berbeda. Itu yang bikin beliau sedih,” jelas Mahfud.
Ia menduga lemahnya pengamanan di kediaman Sri Mulyani terjadi karena aparat menilai dirinya bukan target utama.
“Mungkin karena dianggap bersih, jadi tidak diprediksi akan jadi sasaran. Ternyata salah,” kata Mahfud.
Isyarat Reshuffle Berlanjut
Lebih jauh, Mahfud menyinggung arah politik ke depan.
Ia meyakini reshuffle kabinet tidak akan berhenti pada Agustus lalu.
“Saya yakin reshuffle ini masih akan berlanjut, sekurang-kurangnya sekali lagi pada Oktober, tepat setahun masa jabatan Presiden Prabowo. Sekarang kan baru 10 bulan,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Sri Mulyani Tanggapi Permintaan BGN untuk Tambah Anggaran MBG Rp100 Triliun, Sebut UMKM Akan Sangat Terbantu
Sri Mulyani Jadi Pemateri di Retret Kepala Daerah, Tekankan Efisiensi dan Optimalisasi Anggaran
Sri Mulyani dan Menhan Kunjungi Zona Merah Nduga, Kenakan Rompi Antipeluru
Sri Mulyani Terkesan Model Ekonomi China, Singgung Dunia Perlu Belajar dari RRT
Prabowo Bentuk 2 Badan Baru, Begini Tanggapan Sri Mulyani soal Anggaran
Beli Rumah Tapak atau Rusun Lebih Murah, PPN DTP 100 Persen Diperpanjang Sri Mulyani sampai Desember 2025