"LFP tidak menggunakan nikel dan kobalt, meski densitas energinya belum bisa menyamai NCM. Sebaiknya pilih EV dengan baterai LFP," lanjutnya.
Baca Juga: Kalbar Alami Inflasi Sebesar 1,2 persen di Bulan Juni 2025, Ketapang Tertinggi 1,63 persen
Dalam unggahan lain, Ridwan membandingkan dua pilihan baterai pada mobil listrik asal Tiongkok, Xpeng X9, yang menawarkan versi NCM dan LFP.
“Beda jenis baterai, beda harga dan jarak tempuh. NCM lebih mahal dan memiliki range lebih jauh. LFP lebih murah, jarak tempuh lebih pendek, tapi akselerasi tetap sama karena dimensi dan bobot setara,” jelasnya. ***
Artikel Terkait
Ini 3 Keuntungan Pakai Kendaraan Listrik Versi Kemenhub
Pabrik Pemurnian Bahan Baku Kendaraan Listrik di Kawasan JIIPE PT Freeport Indonesia Beroperasi Mei
Presiden Jokowi Ajak Industri Otomotif Bergeser ke Kendaraan Listrik. Begini Skema Insentif Tawaran Kemenkeu
Korsel Investasi Pusat Layanan Kendaraan Listrik di Percepat Keterampilan Tekniksi Indonesia
Indonesia Teken MoU Bersama BYD China Kembangkan Kendaraan Listrik Ingin Jadikan Pasar Otomotif Terbesar ASEAN
Mengintip Kekurangan Suzuki Fronx di Balik Godaan Interior Elegannya