Terungkap! Rahasia di Balik Nama Helm KYT yang Populer

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 17:24 WIB
Satu di antara helm merek KYT yaitu helm KYT Sport Touring R2R. (kytasia.com)
Satu di antara helm merek KYT yaitu helm KYT Sport Touring R2R. (kytasia.com)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Henry Tedjakusuma, Direktur PT Tarakusuma Indah (TKI), adalah produsen helm KYT yang sangat populer di kalangan bikers Indonesia.

Helm ini terkenal dengan desain dan spesifikasinya yang bagus.

Namun, banyak bikers yang tidak tahu arti dari singkatan KYT.

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Kamu Harus Pilih VStrom 250 SX untuk Touring Dibandingkan Sepeda Motor Lain, Beserta Spesifikasi dan Harga saat Ini

Henry Tedjakusuma menjelaskan bahwa KYT tidak berasal dari helm, tetapi dari suku cadang motor yang diproduksi TKI sejak era 80-an.

Awalnya, pendiri TKI sering bepergian ke Jepang pada tahun 70-an dan menyukai nama kota Kyoto.

Nama Kyoto kemudian didaftarkan di Indonesia dengan perubahan menjadi Koyoto.

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Kamu Harus Pilih Kawasaki Versys-X 250 untuk Touring Dibandingkan Sepeda Motor Lain, Beserta Spesifikasi dan Harga saat Ini

Pada tahun 1998, Henry mulai memikirkan nama untuk lini produk helm baru dan menemukan bahwa nama Koyoto terlalu panjang karena memiliki tiga huruf 'O'.

Setelah berpikir selama sebulan, Henry memutuskan untuk menghilangkan huruf 'O' dari Koyoto, sehingga menjadi KYT yang lebih singkat dan mudah diingat.

Baca Juga: Harley-Davidson CVO Pan America 2024, Motor Petualang Gagah dengan Harga Setara Rp 447 Jutaan, BEgini Spesifikasinya yang Bikin Tergiur

Henry juga menjelaskan bahwa penggunaan tiga huruf ini menjadi ciri khas TKI dalam merek helm lainnya seperti INK, MDS, BMC, dan Hiu.

Jadi, kini Anda sudah tahu bahwa kepanjangan helm KYT berasal dari nama kota Kyoto yang diadaptasi menjadi Koyoto, dan kemudian disingkat menjadi KYT. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X