Skandal Pengujian Sertifikasi Mengguncang Industri Otomotif Jepang: Toyota, Honda, Mazda, Suzuki, dan Yamaha Terdampak

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 4 Juni 2024 | 18:59 WIB
Ilustrasi produksi rangka mobil.
Ilustrasi produksi rangka mobil.

PONTIANAKGLOBE.COM, JEPANG -- Beberapa produsen mobil terkemuka asal Jepang dilaporkan terlibat dalam skandal pengujian sertifikasi.

Toyota, Honda, Mazda, Suzuki, dan Yamaha telah melanggar aturan sertifikasi pemerintah.

Kementerian Transportasi Jepang menginstruksikan perusahaan-perusahaan tersebut untuk menghentikan pengiriman model-model tertentu di Jepang.

Baca Juga: Hanura Resmi Rekomendasikan Suyanto Tanjung Maju Pilgub Kalbar 2024

Hal ini disampaikan setelah terungkapnya kegagalan dalam mengikuti standar sertifikasi kendaraan untuk pengiriman.

"Sangat disesalkan bahwa tindakan salah tambahan telah terungkap, merusak kepercayaan pengguna dan mengguncang fondasi sistem sertifikasi kendaraan," kata pernyataan kementerian pada Senin, 3 Juni 2024, seperti dikutip AFP.

Skandal ini terungkap setelah kementerian meminta 85 produsen mobil dan pemasok suku cadang untuk melaporkan kesalahan terkait aplikasi sertifikasi.

Langkah ini diambil setelah skandal uji keselamatan di anak perusahaan Toyota, Daihatsu, terungkap.

Baca Juga: DPR Sahkan RUU KIA, Ibu Bekerja Mendapat Hak Cuti Melahirkan 6 Bulan

Daihatsu mengakui pada Desember telah memanipulasi pengujian setidaknya sejak tahun 1989 dan menghentikan semua operasi pabrik.

Pengiriman dilanjutkan pada April setelah pemerintah mencabut larangan menyeluruh.

Toyota menyatakan telah menangguhkan pengiriman domestik tiga model mobil setelah melanggar aturan sertifikasi.

Mereka juga akan melakukan inspeksi di tempat.

Model yang terdampak adalah Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross.

Tinjauan internal juga menemukan empat model lain yang tidak lagi diproduksi diuji menggunakan metode yang berbeda dari standar pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X