"Hampir semua relawan tidak menunjukan eksistensinya pada dunia digital (utamanya media sosial) padahal data milenial di Kalbar sebesar 34,45% dan tingkat penetrasi dan kontribusi internet jika berdasarkan pulau maka di Kalimantan sebesar 79,09%," jelasnya
Komisioner KPU Kalbar, Lomon, S.Sos mengatakan kesukseskan penyelenggara Pemilu ditentukan oleh semua pihak. Dari sisi pemerintah dan pemda dengan mendukung penyelenggaraan pemilu dengan memberikan bantuana dan fasilitas sesuai ketentuan perundang-undangan,
"Kemudian peserta pemilu dapat berkompetisi dengan jujur dan adil serta turut memberikan literasi demokrasi untuk menghindari politik transaksional, bebas politik uang, bebas hoaks, dan tidak melakukan politisasi isu SARA. Pemilih tentu harus menjadi pemilih cerdas, mandiri, dan rasional,misalkan dengan terus memperbarui informasi kepemiluan dan memilah informasi dengan bijak," tambahnya.
Baca Juga: Gelar Dialog Kebangsaan, PGK Kalbar Ajak Minelial Tekan Politik Identitas
Baca Juga: Resmi ! 17 Parpol Lolos Pemilu 2024, Berikut Daftarnya
Komisioner Bawaslu Kalbar, Faisal Riza menyampaikan Bawaslu telah melakukan pemetaan kerawanan Pemilu. Pemetaan tersebut tidak semata terkait keamanan, tetapi untuk menciptakan integritas pemilu yang sesuai asas pemilu.
"Bawaslu RI, telah melakukan lauching terkait indeks kerawanan pemilu, dan Kalbar sendiri masuk dalam kategori rawan rendah dengan skor 12,69 %, konstruksi IKP berdasarkan dari konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi,dan partisipasi," katanya
Dijelaskannya untuk tingkat provinsi pengaruh kerawanan IKP terletak pada dimensi kontestasi dengan score 37,91 dan dimensi partisipasi dengan score 11,27, sedangkan untuk kabupaten /kota pada dimensi penyelenggaraan pemilu dengan score 52,27 di kabupaten Ketapang, dan 52,78 di kabupaten Sekadau.
"Yang menjadi isu strategis dalam pengawasan pemilu adalah netralitas penyelenggara, pelaksanaan tahapan di provinsi baru, potensi polarisasi masyarakat, mitigasi dampak penggunaan media sosial, dan pemenuhan hak memilih dan dipilih. Sehingga Kehadiran relawan saat ini menjadi culture baru di Kalbar untuk membantu pedidikan politik ini sendiri," tutupnya. (***/02)
Artikel Terkait
Apa Penyebab Kecelakaan Kereta Kerja KCIC Kereta Cepat Jakarta Bandung ? Kemenhub Beri Penjelasan
Kapan Jadwal Euro 2024 di Jerman ? Cek Pembagian Grup Kualifikasi Euro 2024 Hasil Drawing UEFA
Berapa Harga Tiket AFF 2022 di Stadion Gelora Bung Karno Senayan Jakarta ? Siap Dukung Timnas Indonesia !
Cara Daftar Anggota PPS Pemilu 2024 di https://siakba.kpu.go.id ! Sudah Dibuka Sejak 18 Desember 2022
Mengejutkan! Karim Benzema Umumkan Pensiun dari Timnas Prancis
Heboh! Gus Samsudin Diduga Mengalami Gangguan Jiwa. Begini Kenyatannya
Aquarium Indonesia Pangandaran, Pilihan Destinasi Liburan Baru Nih
Presiden Jokowi Serahkan KUR Klaster dan Salurkan Dana melalui LPDB KUMKM
PM Belanda Mark Rutte Minta Maaf Pernah Menjajah Banyak Negara, Termasuk Indonesia
Garut Panen 32.400 Ton Bawang Merah, Bupati Rudy Yakin Indonesia Tidak Perlu Impor