Mahasiswa Sambas Siap Kawal Kebijakan Pemerintah Terhadap Kenaikan Harga BBM

photo author
- Minggu, 25 September 2022 | 10:26 WIB
Aliansi Mahasiswa Sambas Bersatu menyampaikan aspirasi dan bertemu dengan perwakilan DPRD Kabupaten Sambas yang di sambut oleh Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Syolihin dan Suriadi.  (Pontianak Globe/IST)
Aliansi Mahasiswa Sambas Bersatu menyampaikan aspirasi dan bertemu dengan perwakilan DPRD Kabupaten Sambas yang di sambut oleh Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Syolihin dan Suriadi. (Pontianak Globe/IST)

PONTIANAKGLOBE.COM, SAMBAS - Aliansi Mahasiswa Sambas Bersatu menyatakan siap untuk mengawal kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Mereka menyampaikan aspirasi dan bertemu dengan perwakilan DPRD Kabupaten Sambas yang di sambut oleh Wakil Ketua DPRD, Ferdinan Syolihin dan Suriadi.

Selain itu, juga ada tiga anggota lainnya, yakni Erwin Johana, H Bahidin dan Juga Muhammad Farli.

Pada kesempatan itu, perwakilan mahasiswa Dimas mengatakan bahwa hari ini bukan lagi hanya permasalahan tolak dan terima penyesuaian harga BBM.

Tapi lebih kepada bagaimana pemerintah bisa memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat bisa tepat dan tidak ada hambatan.

BACA JUGA: Livy Renata Dilarikan ke UGD Seusai Santap Makanan Kaki Lima Tutut, Gak Nyangka Perutku Lebai Banget

BACA JUGA: Berminat Kuliah Magister di Inggris? Chevening Scholarship Bisa Dicoba, Tak Batasi Usia Penerima Beasiswa

"Melihat kondisi dan situasi dengan dinaikannya harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 dan membuat banyak penolakan oleh seluruh lapisan masyarakat sampai saat ini. Dan harga BBM Bersubsidi juga tidak kunjung mengalami perubah (Penurunan) oleh pemerintah pusat, serta tidak juga memberikan solusi pada permasalah ini," katanya berdasarkan rilis media Minggu, 25 September 2022.

Dikatakannya, Aliansi Mahasiswa Sambas Bersatu bermaksud menyampaikan aspirasi masyarakat Kabupaten Sambas kepada anggota DPRD Kabupaten Sambas serta jajajrannya sebagai wakil rayat Sambas mengenai harga BBM bersubsidi yang belum ada penurunan harga, sehingga berdampak bagi masyarakat.

Karenanya, Ia bersama rekan-rekan mendatangi DPRD Kabupaten Sambas untuk menyampaikan beberapa aspirasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sementara itu, peserta aksi lainnya Izal mengatakan masyarakat nantinya akan terbiasa dengan kenaikan harga BBM. Namun demikian, dia meminta agar BBM yang sudah mahal itu bisa terdistribusi dengan baik.

"Kami melihat di masyarakat sudah mulai terbiasa dengan kenaikan harga BBM. Hanya saja yang perlu kita pastikan hari ini adalah jangan sampai BBM mahal tapi masih antre mendapatkan solar. Jangan sampai langka," ungkapnya.

Sambas, Kata Dia banyak masyarakatnya Beker sebagai nelayan. Untuk itu, sektor ini terutama nelayan kecil mesti di perhatikan.

"Masyarakat kita sebagian besar Bekerja sebagai Nelayan, karena distribusi BBM jenis solar kepada nelayan mesti di perhatikan. Kita juga meminta agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran," ungkapnya.

Aliansi Mahasiswa Sambas Bersatu kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dengan tuntutan sebagai berikut:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X