Timotius memaparkan unit pelayanan yang dilakukan setiap harinya adalah pelayanan doa dari rumah ke rumah untuk mendoakan keluarga yang membutuhkan siraman rohani.
Sering mereka menemui 'pensiunan loya' (loya: bahasa Tionghua Khek atau Tioucu artinya dukun) untuk dilepaskan bahkan pelayanan doa mendoakan orang sakit hingga yang kesurupan juga biasa mereka temui.
Untuk pelayanan doa lainnya, KRK Santo Rafael juga melayani untuk mendoakan usaha, mendoakan rumah, mendoakan dan menghibur orang sakit, dan pelayanan doa penguatan bagi keluarga-keluarga yang memiliki pergumulan hidup sampai pelayanan doa bagi pengaruh-pengaruh kuasa kegelapan.
Timotius menegaskan kehadiran kelompok kategorial pelayanan KRK Santo Rafael murni untuk melayani umat dengan cara pelayanan doa yaitu langsung terjun ke rumah-rumah.
Sementara itu Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus dalam temu Pastores 2021 di Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan, beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan pentingnya kehadiran kategorial pelayanan semacam ini.
Karena tangan imam tidak bisa menjangkau umat yang di rumah-rumah secara personal. Oleh karena itu Uskup Agustinus mengaku bahwa kehadiran pelayanan doa semacam ini adalah hal bagian dari pelayanan Keuskupan kepada umat juga.
Bagi Timotius selain pelayanan doa yang dibagikan bisa menyembuhkan, di lain sisi tim pendoa juga turut merasakan suka cita dan disembuhkan melalui pelayanan doa yang dilakukan selama ini.
Dia menggarisbawahi bahwa KRK Santo Rafael yang menggunakan nama Malaikat Rafael, harapannya tim pelayanan doa bisa menjadi penyembuh sebagaimana malaikat Rafael menyembuhkan dengan doa-doanya.
Saat ini, keanggotaan KRK Santo Rafael sudah mencapai 40-an anggota yang siap bekerja di ladang Tuhan dengan pelayanan doa harian, pertemuan mingguan hingga kegiatan bulanan.
Selama ini kategorial pelayanan KRK Santo Rafael sudah melayani jangkauan pelayanan dari paroki hingga ke stasi-stasi di wilayah Keuskupan Agung Pontianak.
Timotius berharap, pelayanan KRK ini adalah salah satu cara pelayanan doa yang baginya sendiri unik, sebab setiap kali mengadakan pelayanan ini, mereka bisa merasakan dengan jelas pengalaman-pengalaman rohani dan spritual yang betul-betul menjadi dorongan untuk lebih mencintai Tuhan.
"Pelayanan doa ini, selain kami hadir untuk mendoakan dilain sisi kami juga bertanggungjawab atas kebaikan Tuhan yang telah Tuhan berikan kepada hidup kami, oleh karenanya berkat yang kami peroleh harus kami bagikan juga. Agar semakin banyak orang yang diberkati dalam keluarga dan hidup mereka di masyarakat," kata Timotius. ****
* Penulis adalah Staf Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak
Artikel Terkait
Buku Mutiara Kata-Hati Mgr Agustinus Agus Diluncurkan: Sang Komunikator Ulung dari Kampung
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Diangkat Jadi Saudara Kehormatan di Gawai Raa Lamba Lalo Suku Dayak Taman
3 Anggota Ordo Kapusin Pontianak Ditahbiskan Diakon, Begini Pesan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus