Oleh: Samuel
PONTIANAKGLOBE.COM - Sejak 29 September 2018 Kebangunan Rohani Katolik (KRK) Santo Rafael resmi menjadi bagian kategorial pelayanan di bawah Keuskupan Agung Pontianak.
Bagi Timotius (54) kehadiran KRK Santo Rafael sebenarnya bermuara dari kerinduan batin untuk berbagi berkat kepada orang-orang yang merindukan berkat Allah.
Rasa syukur yang telah diperoleh Timotius bersama dua rekannya, Sulaiman sebagai koordinator pelayanan dan Surianto Ahuat sebagai koordinator humas, maka mereka beranikan diri memulainya dengan cara yang sederhana, melayani doa dari rumah ke rumah.
Sebagai pengagas utama, Timotius mengungkapkan kehadiran kelompok Kategorial Pelayanan KRK Santo Rafael di Keuskupan Agung Pontianak adalah sebuah anugerah besar yang boleh mereka rasakan.
BACA JUGA: Sejumlah Penyakit yang Erat dengan Hidung Tersumbat
Timotius mengaku perjalanan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) Santo Rafael, kehadiran kategorial pelayanan ini baginya masih misteri Ilahi.
Sejak 29 September 2018, KRK Santo Rafael resmi menjadi bagian kategorial pelayanan di bawah Keuskupan Agung Pontianak.
Menurut Timotius awal mula kehadiran KRK Santo Rafael sebenarnya bermuara dari kerinduan batin untuk 'berbagi berkat' kepada orang-orang yang merindukan berkat Allah.
Rasa syukur yang telah diperoleh Timotius bersama dua rekannya, Sulaiman sebagai koordinator pelayanan dan Surianto Ahuat sebagai koordinator humas maka mereka beranikan diri untuk memulainya dengan cara yang sederhana yaitu melayani dari rumah ke rumah.
Semangat untuk berbagi suka cita dan berusaha mengajak lebih banyak orang turut mendapat berkat yang sama dari pengalaman pahit hidup berkeluarga, membuat mereka semakin kuat bahwa Tuhan sungguh ada oleh karenanya, mereka mulai dari pelayanan doa kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan agar mereka terlepas dari lingkaran kejahatan.
Timotius sebagai penggagas utama mengungkapkan bahwa kehadir kelompok Kategorial Pelayanan KRK Santo Rafael di Keuskupan Agung Pontianak adalah sebuah anugerah besar yang boleh mereka rasakan.
"Memang cara Tuhan itu misteri, saya tahu bahwa hal yang misteri itu tidak akan pernah bisa dipecahkan oleh akal budi manusia. Namun karena berkat Allah itu 'sangat besar' apapun tidak ada yang mustahil Allah lakukan, bagi anak-anak-Nya," kata Timotius.