kalbar-kita

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Diangkat Jadi Saudara Kehormatan di Gawai Raa Lamba Lalo Suku Dayak Taman

Kamis, 15 September 2022 | 16:30 WIB
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus saat menghadiri Gawai Raa Lamba Lalo pada pada 27-28 Juni 2022 silam, di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Mgr Agustinus diangkat sebagai saudara kehormatan. (IST/Komisi Komsos Keuskupan Agung Pontianak)

"Sama seperti tradisi kuno dalam kitab suci, dahulu para nabi juga mempersembahkan persembahan darah manusia sebagai simbol kesetiaan manusia pada Allah dan kecintaannya pada Allah. Hal yang sama itu hari ini kita saksikan ada pengurbanan niat besar yang dilakukan keluarga dalam gawai ini untuk mempersembahkan persembahan kurban terbaik bagi nenek moyang dan Allah yang mereka percaya dengan niat dan ketulusan hati keluarga," kata Uskup Agustinus.

Metafora yang digunakan Uskup Agustinus mau menjelaskan dengan tegas bahwa dari dahulu tradisi untuk menghormati nenek moyang bahkan bersyukur dengan 'realitas tertinggi' (Allah) memiliki cara dan model unik. Umumnya, orang yang mau mempersembahkan kurban adalah mereka yang berniat murni- pastinya memiliki semangat berbagi, menyatukan keluarga, mengumpulkan dan mengingat kembali siapa asal-usul dari mereka.

Hal itulah kemudian Uskup Agustinus tinjau keberagaman budaya adalah kekuatan dan cermin dari identitas asli dari diri manusia. Oleh karenanya, kebudayaan haruslah selalu ditingkatkan dan dikembangkan agar manusia semakin sadar akan kekayaan dan kemegahan simbol akan realitas yang tertinggi dan kemuliaan Allah yang ditunjukkan lewat kebudayaan lokal.

Uskup Agustinus melihat kegiatan Gawai yang dilakukan oleh Suku Dayak Taman tidak hanya tampak secara anggun dan mempersona, dibalik itu Bapa Uskup melihat kegiatan ini 'ada roh dan jiwa'-nya.

Menutup sambutannya, Uskup Agustinus mengungkapkan bahwa setiap unsur dari kebudayaan selalu memiliki kebaikan. "Untuk itu, apa yang sudah kita miliki saat ini itulah yang terbaik dan haruslah kita kembangkan," kata Uskup Agustinus.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu memiliki rangkaian acara dari penyambutan dengan sampan hias menuju rumah betang, kemudian mengelilingi pandung (kayu yang menjadi pagar) dua kerbau (jantan dan betina), memotong kayu dari tamu yang akan masuk ke rumah betang. Selanjutnya dihari kedua dimulai dengan menabur bunga di makam leluhur, perjalanan melewati sungai menggunakan perahu hias, maliliti pandung dan penombakan hewan persembahan, pemotongan umpang, acara adat pasiap dan acara adat mambaris, acara adat siamasan, dan acara adat terakhir pemotongan pandung.

Arti dan Makna Gawai
Gawai dapat diartikan pesta adat untuk menghormati dan memuliakan para leluhur yang diwujudkan dengan cara membangun kuburan para leluhur (orang tua, sanak keluarga yang telah meninggal dunia).

Membersihkan kuburan bagi kuburan yang tidak terpelihara dengan baik, dengan rangkaian proses kegiatannya melalui berbagai tahapan dan puncaknya dilakukan suatu pesta yang disebut dengan Gawai. Gawai yang dilakukan secara lengkap disebut dengan Gawai Raa Lamba’ Lalo.

Hewan peliharaan yang dijadikan korban acara gawai tersebut dimasukkan ke dalam kandang yang dibuat secara khusus (pandung).

Adapun jenis hewan peliharan yang dapat dijadikan korban dalam acara gawai adalah: sapi, kerbau, kambing, babi yang dibunuh dengan cara ditombak oleh orang yang secara khusus pula ditunjuk/dipilih yang dalam bahasa Banuaka’ Taman adalah orang yang “ijului” / “ibalasi”.

Dalam perkembangan sekarang ini bahwa yang ditunjuk untuk diberi kehormatan atau menombak hewan persembahan tersebut tidak harus sesame orang Banuaka’ Taman, akan tetapi bisa diberika kehormatan kepada suku lain yang oleh karena jabatanya dan posisinya sebagai salah satu pimpinan atau publik figure yang dianggap layak dan pantas unuk diberikan kehormatan tersebut. Dan bagi mereka yang diberikan kehormatan di luar Sub suku Dayak banuaka Taman tersebut tidak memiliki kewajiban untuk membalas atau membuat kegiatan serupa gawai yang dilakukan oleh yang memberi kehormatan tersebut. *

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB