kalbar-kita

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Instruksikan Siaga Lonjakan Kasus DBD di Pontianak

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 14:45 WIB
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (Prokopim Pemkot Pontianak)

PONTIANAKGLOBE.COM - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menginstrusikan Kepala Dinkes Kota Pontianak, Direktur RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak dan rumah sakit-rumah sakit swasta untuk siaga mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pontianak.

Dari Januari 2023 hingga kini, tercatat ada 65 kasus DBD di Kota Pontianak menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak.

Kecamatan Pontianak Kota menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

"Bagi yang memiliki gejala DBD, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat supaya pengobatannya lebih cepat," ujar Edi Rusdi Kamtono, Sabtu 12 Agustus 2023.

Bang Edi sapaan akrabnya, juga mengimbau Ketua Rukun Tetangga (RT) dan lurah setempat segera berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan penyemprotan atau fogging di lingkungan terjadinya penularan DBD.

"Saya minta petugas puskesmas maupun Dinas Kesehatan secara rutin melakukan fogging di wilayah-wilayah terjadinya wabah DBD," pintanya.

Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar KTP Online Pontianak untuk Pencetakan KTP Elektronik atau KTP-el di Disdukcapil

DBD, kata Edi, adalah sebuah penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Munculnya nyamuk Aedes Aegypti ini lantaran lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya sehingga menyebabkan sarang nyamuk.

Oleh sebab itu, Edi mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

"Bersihkan lingkungan sekitar, jangan biarkan wadah penampung air menjadi sarang nyamuk. Intinya, jangan sampai nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air yang tergenang," imbuhnya.

Dinkes Pontianak Lakukan Antisipasi

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Pontianak Saptiko menerangkan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah mengantisipasi lonjakan kasus DBD di Kota Pontianak.

Adapun langkah yang dilakukan antara lain fogging di lingkungan permukiman dan sekolah-sekolah, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) hingga penyelidikan Epidemiologi oleh UPT Puskesmas Karya Mulia.

Untuk kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sudah dilakukan 2.143 RT dan 219 sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB