Sedangkan kegiatan fogging fokus di 340 RT dan 84 sekolah.
"Kami langsung bergerak mengambil langkah-langkah antisipasi, baik itu fogging, memberantas sarang nyamuk hingga menyiagakan petugas tenaga kesehatan di faskes-faskes yang ada," sebutnya.
Selain itu, pihaknya juga menabur bubuk abate, sekaligus melakukan sosialisasi pada masyarakat.
Saptiko melanjutkan, kasus DBD bisa terjadi dimana saja, bahkan di tempat bersih sekalipun, tetapi terdapat perkembangbiakan nyamuk bukan tak mungkin DBD juga dapat mengintai.
Kebanyakan kasus DBD ini memang ditemukan pada anak-anak.
Orang tua diminta mengecek lingkungan tempat tinggalnya.
Apabila terdapat tempat perkembangbiakan nyamuk segera dibersihkan.
"Kaleng-kaleng yang menjadi tempat penampungan air sebaiknya dibersihkan atau ditimbun. Sebab dari sini nyamuk dapat berkembang biak. Para anak disarankan juga dapat menggunakan minyak serai atau lotion anti nyamuk, baik ketika berada di rumah maupun di sekolah," tutupnya.
(*)
Artikel Terkait
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Ingin Bangun Lapangan Basket Sekitar Waterfront City
Pontianak Kota Layak Anak 2023 Kategori Nindya Dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan Anak
Jadwal Hari Pelayanan Online Disdukcapil Kota Pontianak Lewat Aplikasi Online Disdukcapil Kota Pontianak
Cara Buat Akun PIONIRS Disdukcapil Kota Pontianak di https://online.disdukcapil.pontianak.go.id/pionirs
Cara Daftar Dukcapil Online Pontianak Untuk Membuat Permohonan Dokumen Kependudukan Lewat PIONIRS
Kualifikasi Turnamen Mobile Legends Piala Gubernur Kalbar Resmi Digelar, Begini Cara Daftarnya
Dewan Pendidikan Kalbar Usulkan Pemecatan HS Tersangka Rudapaksa Siswi ke Gubernur
3 Nama Calon Pj Gubernur Kalbar Pengganti Sutarmidji yang Diusulkan DPRD Kalbar ke Kemendagri dan Presiden RI